Kenali Duck Syndrome dan Cara Mengatasinya

BELAKANGAN ini ramai istilah duck syndrome ditujukan kepada orang tua kelas menengah di Indonesia.

Tetapi juga ditujukan kepada mahasiswa atau profesional muda yang ketakutan menghadapi kegagalan. Apa itu duck syndrome?

Duck Syndrome adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang tampak tenang, bahagia, dan sukses di permukaan, tetapi sebenarnya sedang berjuang keras secara mental dan emosional di balik layar.

Asal-usul istilah:

Istilah ini diibaratkan seperti seekor bebek yang mengapung tenang di atas air, tetapi sebenarnya mengayuh kakinya dengan panik di bawah permukaan agar tetap bergerak.

Ciri-ciri Duck Syndrome:

  • Tampak “baik-baik saja” di depan orang lain, tetapi mengalami stres, kecemasan, atau kelelahan secara diam-diam.
  • Perfeksionisme atau tekanan untuk selalu terlihat berhasil.
  • Sering terjadi pada pelajar, mahasiswa, atau profesional muda yang merasa harus memenuhi standar tinggi (terutama di lingkungan kompetitif).
  • Tidak mau atau takut menunjukkan kelemahan karena khawatir dianggap gagal.
BACA JUGA  4 Mahasiswa UII Ikut Joint Degree Program Dicle University Turkiye

Dampak negatif:

  • Gangguan kesehatan mental (seperti burnout, anxiety, depresi).
  • Merasa sendirian karena tidak ada orang yang tahu kondisi sebenarnya.
  • Sulit untuk meminta bantuan karena merasa harus tetap terlihat kuat.

Cara mengatasi:

  • Mengakui bahwa tidak apa-apa untuk merasa kesulitan.
  • Mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional (seperti konselor).
  • Mengurangi tekanan untuk selalu sempurna.
  • Menjaga keseimbangan antara kerja dan istirahat. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

  • Blog
  • June 14, 2026
Skotlandia Menang, Brasil dan Swiss Tertahan

TIMNAS Skotlandia mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Haiti dalam laga Grup C, Minggu. Satu-satunya gol Skotlandia dalam duel di Boston Stadium itu dicetak John McGinn…

Peluang Sampah untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional

SAMPAH saat ini tidak lagi dapat dipandang semata sebagai isu lingkungan. Sebab dengan pendekatan yang tepat, sampah dapat menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional. Karena…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pelatih Australia Richard Garcia Senang Bisa Juarai Piala AFF U-19

  • June 14, 2026

Montella Kecewa, Turki Kuasai Laga Tapi Kalah dari Australia

  • June 14, 2026
Montella Kecewa, Turki Kuasai Laga Tapi Kalah dari Australia

Pastikan Data PCMB Aman, Pemprov Jabar Minta Maaf Atas Kendala Akses

  • June 14, 2026
Pastikan Data PCMB Aman, Pemprov Jabar Minta Maaf Atas Kendala Akses

Pemkot Bandung Hadirkan 2.361 Peluang Kerja di Job Fair 2026

  • June 14, 2026
Pemkot Bandung Hadirkan 2.361 Peluang Kerja di Job Fair 2026

AFJ Dorong Dirjen PKH Tingkatkan Standar Kesejahteraan Hewan

  • June 14, 2026
AFJ Dorong Dirjen PKH Tingkatkan Standar Kesejahteraan Hewan

Skotlandia Menang, Brasil dan Swiss Tertahan

  • June 14, 2026
Skotlandia Menang, Brasil dan Swiss Tertahan