Universitas Diponegoro Kukuhkan 36 Guru Besar

UNIVERSITAS Diponegoro (UNDIP) kembali menggelar rangkaian Upacara Pengukuhan 36 Guru Besar bertempat di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Kampus Undip Tembalang.

Pengukuhan Guru Besar dibagi beberapa hari. Pada hari keempat pelaksanaan, Kamis (23/1), sebanyak empat Guru Besar dari berbagai fakultas resmi dikukuhkan.

Yaitu Prof. Dr. dr. Bagoes Widjanarko, MPH. dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM); Prof. Dr. Drs. Agus Subiyanto, M.A. dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med., Sp.And (K)., M.M.R., Ph.D. dari Fakultas Kedokteran (FK); serta Prof. Akhmad Syakir Kurnia, S.E., M.Si., Ph.D. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB).

Diawali pidato pengukuhan oleh Prof. Dr. dr. Bagoes Widjanarko, MPH. yang menyampaikan paparan berjudul “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Eliminasi Tuberkulosis (TBC).”

BACA JUGA  Nova Riyanti Yusuf Lakukan Autopsi Psikologis Kematian dr Aulia

Sementara Prof. Dr. Drs. Agus Subiyanto, M.A. dengan kepakaran Linguistik Mikro memaparkan orasinya bertajuk “Model Kajian Lanskap Linguistik Wilayah Pecinan di Jawa.”

Dan Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med., Sp.And (K)., M.M.R., Ph.D. membawakan pidato pengukuhan berjudul “Diagnosis dan Penatalaksanaan Kelainan Perkembangan Organ Seksual Secara Integratif dan Komprehensif”.

Prof. Akhmad Syakir Kurnia, S.E., M.Si., Ph.D. dengan kepakaran Kebanksentralan dan Kebijakan Moneter memaparkan materinya berjudul “Kredibilitas Kebijakan Tinjauan Kritis Makro Ekonomi Keperilakuan”.

Universitas Diponegoro harus menjadi kampus bagus

Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. turut hadir dalam prosesi ini untuk memberikan selamat, apresiasi, sekaligus penghargaan.

Guru Besar merupakan level tertinggi pencapaian ilmu yang berarti sudah selesai dengan dirinya sendiriI.

BACA JUGA  UNY Kembali Kukuhkan Lima Guru Besar Baru

Maka kini saatnya untuk mengabdi pada Universitas Diponegoro memulai hidup baru dalam mengabdikan ilmu pada mahasiswa, kampus dan masyarakat.

Prof. Suharnomo berharap reputasi UNDIP dapat terus meningkat.

“Mudah-mudahan Guru Besar yang paling bertanggung jawab untuk menjadikan UNDIP bereputasi dan mendapatkan rekognisi yang baik secara akademik di tingkat global,” tegasnya.

Ia berharap menjadikan UNDIP sebagai tempat yang bagus dan menarik untuk berkiprah seluas-luasnya bagi semua karya pengabdian. (Htm/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti dilema dan ketidakadilan yang dihadapi insan pers di tengah perkembangan media sosial. Di satu sisi, jurnalis dituntut menjunjung tinggi etika, kebenaran, dan independensi.…

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

INDONESIA menghadapi beban dengue yang masih tinggi. Pada 2025, Indonesia tercatat menempati urutan kedua di dunia dalam jumlah kematian akibat dengue, dengan 703 kematian atau sekitar 17 persen dari total…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

  • October 29, 2026
Silmy Karim Didakwa  Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

  • October 29, 2026
Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

  • October 29, 2026
Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

  • October 29, 2026
Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue