Menko PMK Pantau Malam Pergantian Tahun di Yogyakarta

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memantau keramaian dan pengamanan serta situasi malam pergantian tahun di Yogyakarta, Selasa (31/12) malam.

Di sela-sela kunjungannya di Titik Nol Kota Yogyakarta, Pratikno mengungkapkan secara umum kegiatan masyarakat pada malam pergantian tahun relatif aman dan kondusif.

Pratikno mengatakan sebelumnya telah mengikuti video conference dengan Kapolri, Menko Polkam dan para Kapolda maupun Pangdam se Indonesia.

“Secara umum tadi sudah dilaporkan oleh para Kapolda dan Pangdam, suasananya bagus. Semuanya sudah maksimal dilakukan. Jadi insya Allah tahun baru berjalan dengan baik,” kata Pratikno.

Pemerintah, jelasnya telah melakukan berbagai langkah antisipasi terkait potensi bencana hidrometeorologi yang berbarengan dengan momen Natal dan Tahun Baru.

BACA JUGA  KAI Commuter Yogyakarta Angkut 570.459 Penumpang selama Nataru

Menurutnya sejak awal pemerintah sudah melakukan antisipasi  Natal dan Tahun Baru berbarengan dengan potensi bencana hidrometeorologi.

Untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada malam pergantian tahun, Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menyiapkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

“Kemudian juga penyiapan kemungkinan potensi pengungsi, termasuk apel-apel siaga bencana di banyak daerah di Indonesia,” ujar dia.

Pratikno berencana melakukan kunjungan ke Sulawesi Selatan untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi hujan deras di wilayah tersebut.

Menurut dia, manajemen pengelolaan pergerakan dan pengamanan selama Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) bakal menjadi bahan evaluasi untuk diterapkan pada momen mudik lebaran 2025.

“Belajar dari pengelolaan Nataru ini, kita mempersiapkan untuk nanti arus mudik,” ujar Pratikno.

BACA JUGA  37 Bandara InJourney Siap Layani Lonjakan Nataru

Pada perayaan Natal di Indonesia beberapa waktu lalu juga berlangsung lancar tanpa kemacetan berarti.

Beberapa daerah yang terdampak banjir rob pun dilaporkan tidak mengalami kondisi lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bencana seringkali tidak bisa dihindari, tetapi kita bisa mengurangi dampaknya melalui berbagai langkah mitigasi yang telah dilakukan jauh-jauh hari,” kata Pratikno. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) berduka atas wafatnya Prof. Widagdo, Dipl.Inn.Arch., Guru Besar Emeritus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan salah seorang tokoh penting dalam perkembangan pendidikan desain interior…

1000 Peserta Diharapkan Ikuti Lomba Borobudur 100 untuk Bantu Penyandang Cerebral Palsy

AJANG olahraga lari Borobudur 100 tidak hanya menjadi ajang unjuk kebugaran, tetapi juga sarana untuk menggalang kepedulian sosial, guna mendukung kebutuhan medis dan harian anak-anak penyandang cerebral palsy. Project Director…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit