
OTORITAS Manajemen Bencana dan Tanggul Vietnam (VDDMA) menyatakan hingga Rabu (11/9) jumlah korban jiwa akibat Topan Yagi mencapai 141 orang.
Laporan resmi dimuat di laman resmi Pemerintah Vietnam menyebutkan Provinsi Cao Bang merupakan wilayah paling terdampak.
Sebanyak 29 orang tewas dan 23 orang hilang di Provinsi Cao Bang. Disusul Provinsi Lao Cai dengan 45 orang tewas dan 21 orang hilang.
Kemudian Provinsi Yen Bai dengan 37 orang tewas dan tiga orang hilang.
Provinsi dan kota lain yang terdampak adalah Quang Ninh (13 tewas), Hai Phong (2 tewas), Hai Duong (1 tewas), Bac Giang (1 tewas).
Lalu Tuyen Quang (2 tewas), Ha Giang (2 tewas), Lai Chau (1 tewas), Phu Tho (9 tewas), dan Vinh Phuc (dua tewas).
Topan Yagi menghantam Vietnam sejak Sabtu (7/9) dan meninggalkan kehancuran yang belum pernah terjadi.
Topan Yagi sudah melemah dan menjadi depresi tropios sejak 8 September lalu. Namun topan ini membawa hujan deras dan memicu banjir di Vietnam utara.
Topan super ini telah menyebabkan hujan, banjir dan longsor.
Selain hilangnya nyawa, ribuan orang terdampak topan tersebut. Infrastruktur hancur, termasuk jembatan putus.
Sebagian besar daerah di wilayah utara menghadapi risiko banjir, banjir Bandang dan tanah longsor.
Provinsi Lao Cai menyatakan keadaan darurat level 2, dan Provinsi Yen Bai di level 3.
Sementara itu Amerika Serikat mengeluarkan travel warning kepada warganya yang akan berkunjung ke Vietnam.
Atau warga AS di Vietnam untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi yang melanda Vietnam saat ini. (*/S-01)









