IM57+ Institute Serukan Perubahan pada Pemerintahan Nanti

IM57+ menyerukan agar Presiden terpilih Prabowo Subianto melakukan perubahan pada pemerintahannya nanti untuk menghilangkan warisan yang ditinggalkan Presiden Joko Widodo. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga diimbau tidak melakukan langkah yang memperburuk keadaan.

“Joko Widodo sudah selesai. Biarkan pemerintah baru yang akan berkuasa mulai membangun tatanan baru yang berbeda atas pembelajaran kegagalan pemberantasan korupsi dan pembangunan demokrasi selama 10 tahun terakhir ini,” kata Ketua IM57+ Institute M Praswad Nugraha, Senin (26/8).

Dijelaskannya, rangkaian demonstrasi saat ini adalah puncak kebencian atas nepotisme dan kolusi rezim. Apalagi rangkaian demonstrasi yang ternyata tidak berhenti dengan dibatalkannya pengesahan RUU Pilkada.

Menurutnya, demonstrasi massif menunjukan adanya suatu alasan di luar soal Pilkada dan dukung mendukung calon tertentu. Ini menunjukan bahwa rakyat sudah muak dengan tindakan Presiden Joko Widodo dan pendukungnya selama 10 tahun ini yang secara terang benderang memukul demokrasi menggunakan berbagai institusi negara.

BACA JUGA  Prabowo Diprediksi akan Geser Politik Luar Negeri Indonesia

“Gelombang demokrasi dari segenap mahasiswa dan masyarakat tidak ada urusan dengan soal calon peserta pilkada tertentu dan bahkan dengan ambang batas suara partai politik. Akan tetapi, rakyat muak dengan tindakan dari Presiden untuk menggunakan segala perangkat dalam mendukung anak, kerabat dan pendukungnya berkuasa sebagai bagian dari politik dinasti.”

“Saat ini saja terdapat 9 kerabat Joko Widodo yang menduduki jabatan strategis. Ini soal marahnya rakyat atas tindakan menghalalkan segala cara dalam melanggengkan kekuasaan,” tuturnya.

Praswad juga mengingatkan rakyat tidak boleh lengah. Gerakan perlawanan harus terus dirawat sehingga kerusakan tidak terus terjadi.

“Hari ini adalah bukti bahwa kekuatan rakyat penting dan berharga dalam merawat demokrasi,” tegasnya. (Rud/N-01)

BACA JUGA  UNY Kirim 8 Dosen Ikut Pelatihan Bahasa Prancis di Akmil

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

UNTUK membantu meringankan beban para korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi, pemerintah mengirimkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket…

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

KANTOR Staf Kepresidenan (KSP) mengunjungi Heru Baskoro (84), putra tokoh perjuangan Sayuti Melik dan S.K. Trimurti, di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi Jawa Barat pada Jumat (14/8). Kunjungan tersebut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

  • August 15, 2026
Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT