RSHS Bandung Beri Sanksi Tegas pada Pelaku Perundungan

KASUS perundungan (bullying) yang dialami mahasiswa program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, juga mendapat perhatian khusus dari RSHS. Hal itu dibuktikan dengan diberikannya sanksi tegas terhadap mereka yang terlibat dalam kasus perundungan tersebut.

“Kami telah mengumpulkan seluruh mahasiswa PPDS, mahasiswa telah diberi peringatan untuk tidak melakukan perundungan. Dan semua sudah sepakat (tidak ada perundungan). Ancamannya saya keluarkan kalau ada pelanggaran berat. Yang berat itu mukul, pokoknya yang mencederai, tidak ada lagi ampun dan semua sepakat bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi,” tegas Direktur Utama RSHS Rachim Dinata Marsidi Rabu (21/8).

Menurut Rachim, saat ini ada sekitar 1.000 mahasiswa PPDS dari 22
program studi (prodi) di RSHS Bandung. Dia memastikan, seluruh mahasiswa PPDS sudah berkomitmen untuk tidak melakukan perundungan. Sanksinya adalah keluar kalau ditemukan adanya perundungan lagi.

“Kalau saya keluarin sekolahnya keluar juga, karena saya sudah sepakat dengan dekan bahwa tidak ada bullying di RSHS,” ungkap Rachim.

BACA JUGA  Ada 356 Pengaduan Perundungan Dokter di RS Vertikal Kemenkes

Sebelumnya lanjut Rachim, 10 orang telah dijatuhi sanksi karena melakukan perundungan selama PPDS bedah saraf di RSHS. Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) memberi hukuman bertingkat,
tiga kategori dari sanksi berat, sedang hingga ringan pada para terduga pelaku. Adapun sanksi terberat yakni pemutusan studi bagi dua pelaku bullying yang melakukan pelanggaran kategori berat.

“Dua orang PPDS dikembalikan ke fakultas dan itu hak saya. Dua itu sudah berproses, jadi saya tinggal melanjutkan saja, tapi saya harus memberikan efek jera ke yang lainnya karena pelanggarannya berat,” ucap Rachim.

Diawasi ketat

Rachim memastikan, seluruh proses pembelajaran mahasiswa PPDS diawasi ketat oleh dosen. Selain diawasi, RSHS juga tidak segan melapor ke pihak berwajib jika kembali menemukan pelanggaran berat dalam proses PPDS.

Di samping itu pihaknya juga punya dosennya yang mengawasi mereka, mereka yang akan mengawasi mereka belajar dan akan dipantau lebih ketat.
Sementara itu Wakil Dekan 1 Fakultas Kedoketran Unpad, Ruswana Anwar
melalui keteranganya mengatakan, Fakultas Kedokteran Unpad dan RSHS,
sebagai lembaga pendidikan tinggi untuk mencetak SDM yang berkualitas
dibidang Kesehatan.

BACA JUGA  Unpad Sukses Submit LKE Zona Integritas 2026

Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia, sangat miris dan prihatin dengan fenomena bullying (perundungan) yang terjadi di lingkungan pendidikan spesialisasi di Indonesia khususnya di Departemen Bedah Saraf. Upaya pemberantasan telah dan terus dilakukan sejak lama, tapi belum membuahkan hasil yang menggembirakan, terjadi dan terjadi lagi.

“Upaya preventif dan treatment sudah dilakukan berulang kali, sebagai
contoh preventif yang dilakukan adalah, membentuk komisi disiplin, etika dan anti kekerasan Fakultas Kedokteran – RS Hasan Sadikin. Membuat buku pedoman sanksi kekerasan dan bullying,” terang Ruswana.

Pakta integritas

Lalu lanjut Ruswana, membuat pakta integritas anti kekerasan dan
bullying, setiap peserta didik saat mereka masuk ( dalam orientasi awal
pendidikan ) dan pakta integritas itu ditandatangani dihadapan dekan,
direktur dan disumpah.

BACA JUGA  Unpad Tunggu Hasil Visum untuk Pastikan Pria yang Gantung diri

Apabila kedapan melakukan pelanggaran, treatment atau Sanksi yang telah dan akan diberikan khususnya di Departemen Bedah Saraf adalah pemutusan studi para pelaku bullying (katagori pelanggaran berat). Perpanjangan studi pelaku bullying dengan katagori ringan, sedang. Surat peringatan dan teguran pada kepala departemen dan ketua prodi dan pemberian sanksi berat pada dosen pelaku bullying.

“Artinya upaya telah dilakukan oleh pimpinan RSHS, Fakultas Kedokteran
Unpad, bahkan sampai universitas, tapi kejadian kekerasan bullying masih
saja terjadi. Yang jelas kami tidak akan lelah dan akan terus untuk memberantas bullying di lingkungan FK Unpad dan RS Hasan Sadikin,” tegas Ruswana. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) memberikan apresiasi bagi para siswa, siswi yang berhasil mengukir prestasi di kancah nasional dan internasional. Pemberian beasiswa pendidikan itu dilakukan bertepatan dengan prosesi Tasyakuran Kelulusan…

Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

SEBANYAK 50 biksu yang tengah menjalankan ritual Thudong terlihat melintasi kawasan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, dalam rangkaian perjalanan spiritual dari Bali menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah, Kamis pagi (14/5). Aksi jalan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

  • May 15, 2026
Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

  • May 14, 2026
Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

  • May 14, 2026
Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

  • May 14, 2026
Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

  • May 14, 2026
Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

  • May 14, 2026
Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga