Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi memperkuat pencegahan dari hulu melalui 21 Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY Yuni Santi Nurani mengatakan, 21 Desa Binaan Imigrasi tersebut tersebar di Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo.

Program itu dikelola oleh dua kantor imigrasi yang berada di DIY, yakni Kantor Imigrasi Yogyakarta dan Kantor Imigrasi Kulon Progo.

Hal tersebut disampaikannya dalam audiensi jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat (25/09) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Menurut Yuni, Desa Binaan Imigrasi menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan petugas dengan masyarakat. Melalui PIMPASA, informasi keimigrasian dapat disampaikan secara langsung kepada warga, termasuk ketika masyarakat membutuhkan informasi terkait rencana bekerja ke luar negeri.

“Harapannya dengan adanya Desa Binaan Imigrasi, kita semakin bisa membaur dengan masyarakat sehingga ketika ada informasi-informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat terkait imigrasian, petugas imigrasi masuk desa atau disebut Pimpasa ini bisa segera memberikan informasi,” ujar Yuni.

BACA JUGA  DIY Teratas Nasional TKA 2025, Unggul Literasi dan Numerasi

Edukasi ke masyarakat

Yuni mengatakan, pendekatan dari tingkat desa penting karena pencegahan TPPO perlu dimulai dari hulu. Masyarakat yang mendapatkan tawaran pekerjaan di luar negeri perlu memiliki informasi yang cukup untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut legal atau justru berisiko.
“Kita itu kan untuk pencegahan TPPO itu berangkatnya dari hulu. Dari hulu itu dari masyarakat,” katanya.

Edukasi kepada masyarakat juga diarahkan untuk membantu warga lebih cermat sebelum menerima tawaran pekerjaan ke luar negeri. Menurut Yuni, informasi mengenai legalitas pekerjaan menjadi hal penting yang perlu dipastikan sejak awal.

“Apakah benar-benar pekerjaan itu adalah pekerjaan yang legal atau ilegal? Nah ini juga kami melibatkan dari dinas tenaga kerja. Nah ini jaringan informasi ini yang kami perkuat,” ujar Yuni.

BACA JUGA  Gempa Rusak Bangunan di 10 Kapanewon Bantul, 15 Orang Luka

Pelibatan Babinsa

Penguatan jejaring tersebut tidak hanya dilakukan bersama dinas yang membidangi ketenagakerjaan. Ke depan, Desa Binaan Imigrasi juga akan diperluas dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Jaga Warga agar informasi keimigrasian semakin dekat dengan masyarakat.

Selain pendekatan melalui desa, Direktorat Jenderal Imigrasi juga menyiapkan perluasan akses pelayanan keimigrasian di DIY. Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi Eko Budianto mengatakan, pihaknya merencanakan pembentukan kantor imigrasi baru di Kabupaten Gunungkidul.

Saat ini, DIY memiliki dua kantor imigrasi. Kantor baru di Gunungkidul direncanakan menempati lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi yang telah disiapkan melalui skema pinjam pakai dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

“Ke depan, rencana kami akan membentuk suatu kantor imigrasi lagi di Gunungkidul. Alhamdulillah Bu Kakanwil sudah mendapatkan hubungan dari Bupati Gunungkidul,” kata Eko.

BACA JUGA  Pengguna Pertalite Harus Daftarkan Kendaraan untuk Dapat QR Code

Masih dalam pembahasan

Eko menjelaskan, pembentukan kantor tersebut saat ini masih dalam pembahasan nomenklatur kelembagaan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Setelah keputusan diterbitkan, persiapan infrastruktur, jaringan, dan sistem pelayanan akan dilakukan dengan target pelayanan dapat mulai diberikan pada tahun depan.

Dalam audiensi tersebut, Eko juga menyampaikan sejumlah layanan keimigrasian yang telah berjalan di DIY, di antaranya layanan PASPORIA dan Eazy Passport, serta pelayanan bagi jemaah haji. Selain itu, telah diterapkan 10 autogate di Bandara Internasional Yogyakarta untuk mempermudah perlintasan internasional. (AGT/M-01)

Related Posts

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga hari pada 25 hingga 27 September 2026 merupakan bohong alias hoaks. Kadiskominfo Kota Bandung, Henryco Arie…

Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

PENANGANAN masalah sampah dan percepatan transformasi digital menjadi dua agenda strategis yang akan terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kota yang lebih maju dan berkelanjutan. “Tantangan terbesar yang dihadapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

SMAN 21 Bandung Juarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java

  • September 25, 2026
SMAN 21 Bandung Juarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java

Terus Berinovasi, KAI Logistik Kenalkan Halal Supply Chain

  • September 25, 2026
Terus Berinovasi, KAI Logistik Kenalkan Halal Supply Chain

Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

  • September 25, 2026
Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

Anak Muda Disebut Makin Rentan Kena Gangguan Mental

  • September 25, 2026
Anak Muda Disebut Makin Rentan Kena Gangguan Mental