Inilah Lingo, Media Belajar Literasi Anak Usia Dini

DI TENGAH maraknya penggunaan gawai sebagai sarana belajar, tim mahasisa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan Lingo,  Literasi Interaktif Non-Gawai Berbasis Teknologi Pengenalan Ucapan sebagai permainan edukatif pra dan awal sekolah.

Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kecerdasan linguistik anak.Inovasi ini dirancang sebagai media belajar literasi yang memadukan permainan edukatif dengan teknologi pengenalan ucapan tanpa bergantung pada layar gawai.

Lingo dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Inovatif (PKM-KI) dengan melibatkan mahasiswa dan dosen UGM. Tim terdiri atas dosen pendamping Dina Fitriana Rosyada, SKM., MKL serta empat mahasiswa, yakni Miftahul Khaira, Billy Rizky Ramadhan, Rozaqiya Hanifa, dan Aphrodity Nirmala Putri.

Mengenal abjad

Perangkat tersebut dirancang untuk membantu anak mengenali abjad, melatih pengucapan suku kata, serta menstimulasi kemampuan motorik dan auditori selama proses belajar membaca.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar literasi yang interaktif melalui permainan, sehingga anak dapat berlatih tanpa harus bergantung pada gawai,” ujar Dina selaku dosen pendamping.

BACA JUGA  Tim Carbonova UGM Sulap Jerami dan Grafit Limbah Baterai Jadi Material Baterai

Dari sisi teknologi, Lingo memanfaatkan sejumlah komponen yang memungkinkan perangkat merespons aktivitas anak selama bermain.

Sensor keypad membrane, mikrofon INMP441, speaker, DFMiniplayer, dan mikrokontroler ESP32-S3 digunakan untuk mendukung proses pengenalan serta evaluasi pelafalan.

Feed back

Sistem tersebut dirancang untuk menganalisis pengucapan anak dan memberikan umpan balik audio secara real-time.

“Ketika anak mencoba mengucapkan suku kata, sistem akan memproses suara yang diterima dan memberikan umpan balik sehingga anak dapat mengetahui respons dari latihan yang dilakukan,” tutur Dina.

Dina menjelaskan pembelajaran melalui Lingo juga terhubung dengan sistem pemantauan berbasis situs web melalui teknologi Internet of Things (IoT).

Riwayat belajar dan nilai evaluasi anak dapat dicatat secara real-time sehingga perkembangan latihan dapat dipantau oleh guru maupun orang tua. Fitur tersebut dirancang untuk memberikan gambaran mengenai ketercapaian belajar anak secara bertahap.

“Data hasil latihan dapat menjadi bahan bagi guru dan orang tua untuk melihat perkembangan literasi anak dan menentukan pendampingan yang sesuai,” ungkapnya.

BACA JUGA  Senyawa Kunyit Berpotensi Jadi Anti-Depresi

Jawab kebutuhan pembelajaran anak

Miftahul menambahkan pengembangan Lingo juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran anak pada masa awal perkembangan.

Tim merancang perangkat agar stimulasi literasi berlangsung melalui aktivitas bermain yang melibatkan kemampuan bahasa, pendengaran, dan gerak.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif kegiatan belajar yang menyenangkan dengan mengurangi ketergantungan pada layar.

“Kami merancang Lingo sebagai media yang dapat membuat proses belajar membaca terasa seperti bermain, sehingga anak tetap mendapatkan stimulasi sambil berinteraksi langsung dengan alat,” katanya.

Ajukan HKI

Untuk memastikan rancangan sesuai dengan karakteristik pengguna, tim telah melakukan pengujian interaksi lapangan di TK Budi Mulia Al Bayaan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat kesesuaian desain dan fungsi Lingo dengan pola interaksi anak usia dini.

Dokumentasi pada naskah memperlihatkan anak-anak menggunakan perangkat secara langsung dalam kegiatan bersama tim mahasiswa.

“Pengujian di lapangan membantu kami melihat bagaimana anak berinteraksi dengan Lingo sekaligus menjadi bahan untuk menyempurnakan desain dan fungsinya,” ujar Miftahul.

BACA JUGA  Mahasiswa UGM Kembangkan Reverse Aqua Pump-VAC untuk Terapi Luka

Saat ini, prototipe Lingo sedang dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Desain Industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi karya sekaligus membuka peluang pemanfaatan inovasi dalam pendidikan anak usia dini.

Penguatan sains dan teknologi

Pengembangan Lingo juga sejalan dengan perhatian terhadap penguatan pendidikan, sains, dan teknologi serta program Transisi PAUD ke SD dan Gerakan Literasi Nasional.

Melalui integrasi teknologi pengenalan ucapan, umpan balik audio, dan IoT, tim UGM berharap Lingo dapat terus dikembangkan menjadi alat permainan edukatif yang mendukung guru dan orang tua dalam mendampingi literasi dasar anak. (AGT/M-01)

Related Posts

Pangkas Risiko Demensia dengan Melakukan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat sekitar 55,2 juta penderita demensia berbagai tipe di seluruh dunia pada 2019. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan menuanya populasi dunia, jumlah penderita alzheimer dan…

Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

SELAMA ini pandangan sosial dan budaya yang membatasi peran perempuan masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan riset untuk menghasilkan modul…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

  • October 27, 2026
Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

  • October 27, 2026
Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

  • October 27, 2026
The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

  • October 27, 2026
OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

  • October 27, 2026
Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

PTN Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Industri

  • October 27, 2026
PTN Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Industri