Senyawa Kunyit Berpotensi Jadi Anti-Depresi

MAHASISWA Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti potensi kurkumin, senyawa bioaktif dalam kunyit (Curcuma longa), sebagai kandidat pengembangan antidepresan. Penelitian itu dilakukan melalui pendekatan komputasi biologi.

Adapun hasil analisis menunjukkan bahwa kurkumin memiliki potensi interaksi dengan reseptor serotonin 5-HT2C, yakni protein yang berperan dalam mengatur suasana hati.

Penelitian yang dilakukan oleh tim Hibah Kreativitas Mahasiswa Psikologi UGM itu menggunakan pendekatan in silico melalui metode network pharmacology dan molecular docking.

Efek samping

Adapun penelitian yang beranggotakan Calista Gracianauli (Psikologi 2024), Jevan Nathaniel Malau (Biologi 2024), Nirvana Sabathani (Farmasi 2024), dan Feodora Davina Aloysia Christy (Teknologi Industri Pertanian 2024) ini dilatarbelakangi oleh penggunaan antidepresan konvensional sebagai salah satu penanganan klinis depresi yang seringkali menimbulkan efek samping, seperti disfungsi seksual dan perubahan berat badan.

Tim mencoba untuk mengeksplorasi senyawa lain yang berpotensi dikembangkan sebagai kandidat antidepresan, salah satunya ialah kurkumin, senyawa bioaktif dalam kunyit (Curcuma longa).

Tak hanya itu, tim juga kemudian menelusuri potensi kurkumin melalui kajian hubungan mikrobioma usus dengan mekanisme molekuler yang berkaitan dengan depresi.

BACA JUGA  Tjiwi Kimia Berkomitmen Terapkan Ekonomi Sirkular

Mikrobioma

Dalam penelitian ini, tim menelaah hubungan antara mikrobioma usus dan depresi. Mikrobioma usus merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di dalam saluran pencernaan dan dapat berkomunikasi dengan sistem saraf pusat melalui berbagai jalur biologis.

Mengutip dari berbagai artikel ilmiah, tim menyebut bahwa sejumlah metabolit yang dihasilkan mikrobiota usus, termasuk short-chain fatty acids (SCFA), diketahui berperan dalam proses biologis yang berkaitan dengan fungsi saraf.

“Kombinasi antara bukti manfaat bagi kesehatan otak, kepopuleran budaya yang tinggi, serta dukungan data pasar yang kuat menjadi dasar utama untuk meneliti kurkumin dan potensinya dalam perawatan depresi lebih lanjut,” ujar Calista Gracenauli, dalam keterangan yang dikirim, Jumat (16/10).

Metode molekular

Untuk mengidentifikasi target molekuler yang potensial, tim juga memetakan hubungan antara kurkumin, metabolit mikrobiota usus, dan gen yang berkaitan dengan depresi. Analisis jaringan protein kemudian dilakukan dengan menggunakan perangkat STRING dan Cytoscape.

Melalui analisis tersebut, reseptor serotonin 5-HT2C teridentifikasi sebagai salah satu protein yang berpotensi menjadi target interaksi kurkumin.

BACA JUGA  Mahasiswa UGM Kembangkan Reverse Aqua Pump-VAC untuk Terapi Luka

Lebih lanjut, tim menggunakan metode molecular docking untuk memprediksi interaksi kurkumin dengan reseptor tersebut.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kurkumin memperoleh skor docking sebesar −7,26 kcal/mol, lebih negatif dibandingkan amitriptilin, salah satu antidepresan konvensional, yang memperoleh skor −6,08 kcal/mol.

Interaksi yang menguntungkan

Sementara itu, serotonin, sebagai molekul alami yang berinteraksi dengan reseptor tersebut, memperoleh skor −5,02 kcal/mol. Adapun skor yang lebih negatif menunjukkan interaksi yang lebih menguntungkan menurut fungsi penilaian komputasi yang digunakan.

Meski begitu, hasil tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa kurkumin lebih efektif dalam mengatasi depresi ketimbang amitriptilin.

Molecular docking hanya memprediksi kemungkinan posisi dan interaksi molekul dengan protein, bukan mengukur efektivitas pengobatan pada manusia.

Analisis interaksi molekuler juga menemukan kesamaan residu asam amino Val354 yang berinteraksi dengan kurkumin, amitriptilin, dan serotonin.

Kemiripan pola interaksi

Temuan tersebut menunjukkan adanya kemiripan dalam pola interaksi ketiga molekul dengan reseptor 5-HT2C.

Akan tetapi, kesamaan ini belum dapat memastikan bahwa kurkumin memiliki mekanisme kerja farmakologis yang sama dengan kedua senyawa pembanding.Dalam penelitian ini, tim juga menelaah jalur biologis yang berkaitan dengan reseptor serotonin melalui analisis pathway enrichment menggunakan Kyoto Encyclopedia of Genes and Genomes (KEGG).

BACA JUGA  UNY Gelar Festival Kuliner Berbahan Umbi-umbian

Analisis ini digunakan untuk memahami keterkaitan target molekuler yang ditemukan dengan jalur pensinyalan sel. Meski memberikan petunjuk mengenai mekanisme biologis yang mungkin terlibat, hasil analisis komputasi tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui pengujian eksperimental.

Potensi kurkumin

Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai potensi kurkumin sebagai kandidat untuk penelitian pengembangan antidepresan.

Tim mengakui bahwa tetap diperlukan pengujian lanjutan guna memastikan aktivitas kurkumin terhadap reseptor 5-HT2C, mekanisme farmakologisnya, serta keamanan dan efektivitasnya sebelum dapat dipertimbangkan untuk penggunaan klinis.

“Metode ini belum dapat menentukan apakah kurkumin bekerja sebagai pengaktif (agonis) atau penghambat (antagonis) reseptor, sehingga efek farmakologisnya masih perlu dibuktikan melalui pengujian laboratorium,” tutupnya. (AGT/M-01)

Related Posts

Wamendagri Puji Inovasi Penanganan TB Jateng

WAKIL Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus terkesan dengan model penanganan tuberculosis (TB) di Provinsi Jawa Tengah. Dia bahkan meminta agar model penanganan TB di Jawa Tengah menjadi model yang harus…

Siaga TBC, Sekda Jateng Dorong Percepatan Eliminasi

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mendorong percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui penguatan skrining, pengobatan, dan pencegahan hingga tingkat desa. Hingga 9 Oktober 2026, baru 421 dari 8.563 desa/kelurahan di Jateng yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gubernur Jateng Tunjuk Mahanni Jadi Plt Bupati Klaten

  • October 18, 2026
Gubernur Jateng Tunjuk Mahanni Jadi Plt Bupati Klaten

Persita Hentikan Laju Kemenangan Beruntun Persija

  • October 18, 2026
Persita Hentikan Laju Kemenangan Beruntun Persija

Gebuk Arema, Garudayaksa Petik Kemenangan Pertama

  • October 17, 2026
Gebuk Arema, Garudayaksa Petik Kemenangan Pertama

Senyawa Kunyit Berpotensi Jadi Anti-Depresi

  • October 17, 2026
Senyawa Kunyit Berpotensi Jadi Anti-Depresi

FT UII Wisuda 20 Lulusan Pendidikan Profesi Arsitek

  • October 17, 2026
FT UII Wisuda 20 Lulusan Pendidikan Profesi Arsitek

Java United Petik Kemenangan Kedua, Madura United Ditahan Bhayangkara

  • October 16, 2026
Java United Petik Kemenangan Kedua, Madura United Ditahan Bhayangkara