
RUMPUT pakan ternak unggul yang diberi nama Gama Umami (Pennisetum purpureum cv. Gama Umami) yang dikembangkan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, kini memasuki fase proses pelepasan varietas tanaman pakan ternak.
Rumput Gama Umami merupakan hasil mutasi dari rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang telah diradiasi dengan sinar gamma. Rumput jenis ini selain cocok untuk ternak juga memiliki keunggulan produksi yang lebih tinggi dibanding rumput gajah lokal dengan masa panen 6 kali dalam setahun.
Rumput Umami memiliki sejumlah kelebihan seperti produksi biomassa hijauan yang dapat mencapai 50 kilogran/meter persegi, kandungan bulu sangat sedikit sehingga tidak gatal, daun halus dan tidak melukai ternak, serta kandungan gula mereduksi lebih tinggi dari tetuanya.
Dalam rilis tertulisnya Fakultas Peternakan UGM menyebutkan tahapan yang sedang berjalan ini ditandai dengan pelaksanaan Sidang Pelepasan Varietas Rumput Gama Umami yang diselenggarakan Direktorat Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI.
Laporan hasil pengujian
Dalam agenda tersebut, Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., selaku inventor sekaligus pengusul, menyampaikan usulan pelepasan varietas Rumput Gama Umami.
Agenda tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut laporan hasil pengujian dan proposal pelepasan varietas yang sebelumnya disampaikan Fapet UGM kepada Kementerian Pertanian.
Sidang melibatkan sejumlah pakar, tim pemulia dan peneliti Gama Umami, serta unsur Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan, hingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rangkaian sidang meliputi arahan Direktur Pakan, sambutan Dekan Fapet UGM, pemaparan usulan pelepasan Gama Umami oleh Prof. Nafiatul Umami, diskusi, sidang tertutup Tim Penilai Varietas Tanaman Pakan Ternak, hingga pengumuman hasil sidang.
Hilirisasi penelitian
Bagi Fapet UGM, tahapan pelepasan varietas ini menjadi bagian penting dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian dan inovasi bidang peternakan, khususnya penyediaan sumber hijauan pakan berkualitas untuk mendukung pengembangan peternakan nasional.
Gama Umami diharapkan tidak berhenti sebagai inovasi hasil penelitian, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas sehingga memberikan manfaat nyata bagi peternak dan pembangunan subsektor peternakan Indonesia. (AGT/M-01)






