
TIM PENGABDIAN masyarakat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menggelar sosialisasi Model Silvopastura Terintegrasi untuk Meningkatkan Kapasitas Masyarakat dan Ketahanan Pakan Ternak di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Wanagama di Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kelompok Ternak Bina Gama dipilih sebagai mitra program karena selama ini menghadapi tantangan dalam menyediakan pakan ternak yang cukup dan berkualitas di tengah kondisi lahan karst yang minim curah hujan.
Dalam paparannya, dosen Fakultas Kehutanan UGM Ir. Aqmal Nur Jihad, M.Sc., dari Fakultas Kehutanan UGM menjelaskan silvopastura merupakan sistem agroforestri yang memadukan fungsi produksi kayu dengan pengembangan hijauan pakan ternak dalam satu kawasan yang sama.
Punya potensi besar
Ruang di sela-sela tegakan jati yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, jelasnya, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lahan hijauan pakan apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat.
Prinsip keselarasan ini memungkinkan kawasan hutan tetap menjalankan fungsi konservasi dan produksi kayu, sekaligus membuka peluang penghidupan baru bagi masyarakat sekitar melalui sektor peternakan.
Sementara Dr. Miftahush Shirothul Haq dari Fakultas Peternakan UGM mengenai budi daya hijauan pakan unggul, dengan fokus pada Rumput Gama Umami.
Rumput hasil pengembangan UGM ini memiliki ketahanan terhadap naungan dan kekeringan, serta produktivitas biomassa yang tinggi, sehingga sesuai dikembangkan di bawah tegakan hutan seperti di kawasan Wanagama.
interaktif
Kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dari peserta seputar teknik penanaman, pemeliharaan rumput di bawah naungan, hingga strategi pemanfaatan lahan hutan untuk produksi hijauan pakan secara berkelanjutan.
Antusiasme ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan solusi pakan ternak merupakan persoalan yang dirasakan langsung oleh peternak di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut Satria Aji, S.T., pengelola Bumi Kayangan Farm berbagi pengalaman praktis mengenai manajemen pengelolaan rumput di lahan kering kepada anggota Kelompok Ternak Bina Gama.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian UGM berharap Kelompok Ternak Bina Gama dapat mengadopsi model silvopastura terintegrasi sebagai strategi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan pakan ternak, sekaligus mendukung pengelolaan KHDTK Wanagama yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Sinergi antara keilmuan kehutanan, peternakan, dan pengalaman lapangan peternak lokal ini diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi pada kawasan hutan produksi lain dengan karakteristik serupa. (AGT/M-01)






