
PENYANYI Umar Haen, merilis album keduanya yang berisi 10 lagu yang ditulis pada kisaran 2021 hingga 2026. Album kedua yang bertajuk Busa Sabun Masuk ke Mata ini tidak memiliki tema tunggal. Namun lagu-lagunya bergerak di wilayah yang sama.
Dalam rilisnya, Umar Haen mengemukakan judul album ini diambil dari satu baris di track pembuka, Sabun. Ia mengaku menulis hal ini ketika menyadari membaca berita akhir-akhir ini rasanya mirip dengan busa sabun yang tidak sengaja masuk ke mata, perih, mengganggu, dan tidak bisa buru-buru dihilangkan.
“Bukan bencana besar. Hanya sesuatu yang membuat hari itu jadi lebih sulit dari seharusnya,” katanya.
Ia mengemukakan, sabun bicara tentang menjalani hari-hari ekonomi di negara ini. Semisal kardus tentang orang yang pindah kontrakan dan sambil membayangkan punya tembok sendiri.
Bukan bentuk protes
Ketua Partai adalah satire tentang kekuasaan yang diwariskan sampai cucu. Tak Jadi Main Bola tentang bocah bernama Izan yang lapangannya tiba-tiba berubah jadi pondasi.
Baliho–satu-satunya lagu berbahasa Jawa di album ini–tentang baliho perumahan yang roboh diterjang angin, sama seperti hubungan dan mimpi punya rumah yang kandas.
Ia tidak menyebut ini sebagai album protes, namun hanya mengatakan bahwa ini yang ia lihat di depan matanya, lalu ia tulis.
“Saya menulis album kedua ini dengan niat merekam peristiwa dan menjadikannya sebuah kesaksian, bagaimana perasaan saya menjadi WNI hari-hari ini.”
Belajar dari musisi Filipina
Menurut dia, album ini sebetulnya sudah dimulai sejak 2021, tapi baru selesai setelah dirinya mengikuti residensi AMP3 (The Asian Music for Peoples’ Peace and Progress) di Filipina pada Juni 2025.
Di sana ia bertemu Jess Santiago, musisi tua yang oleh komunitasnya disapa Koyang, salah satu pelopor people’s music di Asia dan pendiri Musika Philippines. Dari Koyang, Umar mengaku tidak mendapat teori yang rumit.
Hanya satu prinsip mulailah dari yang paling dekat, karena di situlah persoalan besar sebenarnya tinggal. Secara musikal, album ini adalah perkawinan folk, blues, dan rock yang sudah lama Umar bayangkan.
Platform streaming
Digarap bersama Dhandy Satria di Catpaws Lab, dengan cello dari Setyawan Agung yang muncul di beberapa momen paling sunyi.
Single pertamanya, Tak Jadi Main Bola, sudah dirilis pada 16 Juli 2026, bertepatan dengan euforia puncak Piala Dunia. Sabun Masuk ke Mata sudah bisa didengarkan di semua platform streaming musik digital mulai Kamis, 6 Agustus 2026. (AGT/M-01)








