
TIM Peneliti PSSTK (Pusat Studi Sumberdaya dan Teknologi Kelautan) Universitas Gadjah Mada mengaku tengah mengembangkan produk inovasi yang berupa lulur mandi berbasis garam laut dan bahan alami dan diberi nama Lumare yang berarti cahaya dari laut.
Bahan baku utama produk berasal dari garam pantai selatan yang memiliki kualitas yang cukup bersih dan alami.
Ketua tim Peneliti Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU., mengatakan pengembangan produk inovasi itu bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas garam rakyat melalui diversifikasi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Dalam inovasi produk kosmetik ini, garam berperan untuk proses eksfoliasi mengangkat sel-sel kulit mati dan menghilangkan kotoran dari permukaan kulit,” kata Prof. Leni di kampus UGM.
Berbagai varian
Lumare ujarnya menghadirkan varian Kopi untuk mengembalikan energi tubuh dan kesegaran kulit, serta varian Matcha untuk detoksifikasi total dan ketenangan jiwa.
“Dua kebaikan alam, satu solusi kulit berkilau khas Jogja,” ujarnya.
Inovasi yang dikembngakan tim peneliti UGM menurut Leni merupakan upaya untuk menjawab anjuran Pemerintah melalui Perpres No. 17 Tahun 2025 mendorong hilirisasi garam nasional menjadi produk bernilai tambah, termasuk kosmetik.
Adapun pemilihan sumber bahan baku alami dari garam pantai Selatan dinilai memiliki kualitas yang baik, dihasilkan melalui proses yang bersih dan alami, sehingga berpotensi menjadi bahan baku kosmetik premium.
Tingkatkan nilai tambah garam rakyat
Pengembangan Lumare lanjutnya tidak hanya berorientasi pada inovasi produk kosmetik, tetapi juga bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas garam rakyat melalui diversifikasi produk bernilai ekonomi tinggi terutama untuk produk kosmetik.
”Tren konsumen semakin mengarah pada produk perawatan tubuh yang alami, aman, dan ramah lingkungan,” paparnya.
Dikatakan garam berperan untuk proses eksfoliasi mengangkat sel-sel kulit mati dan menghilangkan kotoran dari permukaan kulit.
Melalui produk Lumare Salt Body Scrub, menggunakan garam laut berkualitas tinggi
untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati, ekonomi petani garam Pantai Selatan diharap meningkat.
“Produk ini melalui uji iritasi kulit atau dermatologically tested untuk membantu memastikan keamanan penggunaan pada kulit,” jelasnya.
Cari masukan
Terkait pengembangan produk ini, pihaknya melakukan Focus Group Discussion (FGD) Riset Pasar dan Validasi Produk Lumare pada Sabtu (11/7) lalu di Fakultas Teknik UGM. Kegiatan FGD ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian dalam pengembangan inovasi berbasis garam lokal yang bertujuan memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan mengenai potensi pasar, strategi pengembangan, serta validasi produk sebelum memasuki tahap hilirisasi dan komersialisasi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta, R. Hery Sulistio Hermawan, mengapresiasi upaya tim peneliti dalam mengembangkan inovasi berbasis garam lokal. Ia Juga menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan hasil penelitian.
“Kolaborasi berbagai pihak antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat berperan penting dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian agar bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya. (AGT/B-01)








