
DAMPAK erupsi Gunung Anak Krakatau terus meluas hingga memicu gangguan penerbangan. Sebanyak 54 jadwal penerbangan rute Bandara Internasional Juanda menuju Jakarta terpaksa dibatalkan hingga Senin siang demi keselamatan.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada rombongan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember yang hendak menghadiri kegiatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi di Jakarta.
Rombongan yang terdiri atas perwakilan lima satuan pendidikan tersebut terpaksa beralih menggunakan moda transportasi jalur darat setelah tiket penerbangan mereka dibatalkan mendadak.
Informasi pembatalan mendadak

Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana PAUD dan Pendidikan Non Formal Dispendik Jember, Ema Artati, mengungkapkan kekecewaannya lantaran informasi pembatalan penerbangan baru diterima saat rombongan sudah tiba di Bandara Juanda.
”Tiket pesawat sudah dipesan sehari sebelumnya. Padahal aktivitas erupsi gunung sudah terjadi sebelum pemesanan tiket dilakukan,” ujar Ema.
Rombongan semula dijadwalkan terbang menuju Jakarta menggunakan maskapai Lion Air pada pukul 11.00 WIB. Pihak maskapai mengonfirmasi bahwa pembatalan dilakukan demi keselamatan penerbangan akibat paparan abu vulkanik di ruang udara.
Atas pembatalan tersebut, maskapai menawarkan opsi pengembalian dana (refund) yang diproses dalam kurun waktu 7 hingga 14 hari kerja. Sementara itu, kepastian mengenai opsi penjadualan ulang (reschedule) penerbangan masih belum dapat dipastikan.
Sewa travel minibus
Mengingat agenda PKS Program Revitalisasi di Jakarta bersifat penting, rombongan Dispendik Jember memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan.
Upaya memesan tiket kereta api maupun bus interkota sempat dilakukan, namun seluruh tiket dilaporkan telah habis terjual. Opsi terakhir yang diambil rombongan adalah menyewa travel minibus dari Sidoarjo langsung menuju Jakarta. (OTW/D-01)






