Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal, Dua Mahasiswa UNY Raih Beasiswa

DUA MAHASISWA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meraih Beasiswa Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta.Kedua mahasiswa Fakultas Vokasi UNY yang menerima beasiswa tersebut adalah Nawaisnaini Uswatun Khasanah, mahasiswa Program Studi Tata Busana D4, dan Stefany Salma Shalikhah, mahasiswa Program Studi Pengobatan Tradisional Indonesia D4.

Beasiswa tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mencetak generasi muda yang berprestasi sekaligus peduli terhadap pelestarian budaya dan keistimewaan DIY.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Prof. Komarudin, menjelaskan  Beasiswa Dana Keistimewaan DIY merupakan program Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diberikan melalui skema Dana Keistimewaan.

Seleksi terbuka

UNY memperoleh kuota sebanyak 50 mahasiswa penerima beasiswa yang diseleksi secara terbuka.

“Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa ber-KTP Daerah Istimewa Yogyakarta, baik yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun mahasiswa yang memiliki prestasi. Untuk jalur prestasi, penerima minimal memiliki prestasi juara I tingkat kabupaten atau kota pada bidang penalaran, olahraga, seni, maupun minat khusus,” jelas Komarudin, Kamis.

BACA JUGA  Pemkab Sleman Ingin Memutus Rantai Kemiskinan

Bagi Nawaisnaini, beasiswa tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kompetensinya di bidang tata busana.

Ketertarikannya terhadap dunia fesyen tumbuh sejak kecil saat mendampingi sang ibu yang berprofesi sebagai penjahit. Pengalaman itu membuatnya mantap memilih Program Studi Tata Busana.

“Sejak kecil saya menyukai kegiatan yang membutuhkan ketekunan, seperti merajut dan menjahit. Dari situlah saya yakin memilih Program Studi Tata Busana karena merasa di sinilah passion saya,” ujar warga Sukoreno, Sentolo Kabupaten Kulon Progo tersebut.

Ingin jadi fashion designer

Alumni MAN 2 Kulon Progo itu bercita-cita menjadi fashion designer yang mampu memperkenalkan karya berciri khas Daerah Istimewa Yogyakarta ke tingkat yang lebih luas.

Beasiswa Dana Keistimewaan DIY juga sangat membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarganya, sehingga ia dapat lebih fokus mengikuti perkuliahan dan praktik.

Selain aktif di organisasi kemahasiswaan dan UKM karate, Nawaisnaini telah menghasilkan berbagai karya desain, di antaranya kebaya modern terinspirasi kebaya encim dan busana bermotif Batik Geblek Renteng khas Kulon Progo sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Yogyakarta.

BACA JUGA  KAI Wisata Ramaikan Stasiun Tuntang Lewat Festival Siripada

Tanaman obat

Sementara itu, Stefany memilih Program Studi Pengobatan Tradisional Indonesia karena memiliki kepedulian terhadap pelestarian tanaman obat dan kesehatan berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, pengobatan tradisional merupakan warisan budaya yang perlu terus dikembangkan melalui pendekatan ilmiah agar tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selama kuliah, alumni MAN 1 Kulon Progo itu aktif mengikuti penelitian pemanfaatan kapulaga sebagai bahan herbal yang berpotensi membantu mengatasi obesitas serta terlibat dalam kegiatan kewirausahaan herbal.

Pengalaman tersebut memperkuat cita-citanya menjadi tenaga kesehatan tradisional yang holistik dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Beasiswa pertama

Stefany mengungkapkan bahwa Beasiswa Dana Keistimewaan DIY merupakan beasiswa pertama yang berhasil diraihnya setelah beberapa kali mengikuti proses seleksi.

“Pada awalnya saya sempat merasa ragu untuk mencoba, namun keraguan tersebut mampu saya lalui berkat dukungan, doa, dan usaha yang konsisten. Beasiswa ini menjadi bukti bahwa perjuangan yang dilakukan tidak pernah sia-sia,” ungkap warga Hargowilis Kokap tersebut.

BACA JUGA  15 Santri Dapat Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

Menurutnya, beasiswa tersebut tidak hanya membantu meringankan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri serta berkontribusi dalam pelestarian pengobatan tradisional Indonesia.

Keberhasilan Nawaisnaini dan Stefany menunjukkan bahwa Beasiswa Dana Keistimewaan DIY tidak hanya mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang mampu mengembangkan keahlian sekaligus melestarikan budaya dan kearifan lokal melalui bidang ilmu yang mereka tekuni.

Dengan semangat tersebut, keduanya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta di masa depan. (AGT/M-01)

Related Posts

360 PNS DIY Menerima Satyalancana

SRI Sultan Hamengku Buwono X, menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Saya Presiden Republik Indonesia kepada 360 PNS atas pengabdian selama 10, 20 dan 30 tahun. Dalam kesempatan itu Gubernur mengingatkan…

Imbas Abu Vulkanik, Jabar Terapkan PJJ dan Siapkan Posko Pengungsian

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat  memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah yang terkena abu vulkanik tinggi. Kepala sekolah diminta segera melakukan penghentian sementara kegiatan sekolah dan aktivitas luar ruangan apabila…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

360 PNS DIY Menerima Satyalancana

  • September 7, 2026
360 PNS DIY Menerima Satyalancana

Terdampak Abu Vulkanik, Rombongan Dispendik Jember Pakai Travel ke Jakarta

  • September 7, 2026
Terdampak Abu Vulkanik, Rombongan Dispendik Jember Pakai Travel ke Jakarta

Fraksi Gerindra Soroti Tren Penurunan Kepuasan Publik pada Pemkab Sidoarjo

  • September 7, 2026
Fraksi Gerindra Soroti Tren Penurunan Kepuasan Publik pada Pemkab Sidoarjo

8 Bandara Ditutup Dampak Abu Vulkanik, Bandara Kertajati Siap Jadi Alternatif

  • September 7, 2026
8 Bandara Ditutup Dampak Abu Vulkanik,  Bandara Kertajati Siap Jadi Alternatif

Imbas Abu Vulkanik, Jabar Terapkan PJJ dan Siapkan Posko Pengungsian

  • September 7, 2026
Imbas Abu Vulkanik, Jabar Terapkan PJJ dan Siapkan Posko Pengungsian

Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Dibatalkan

  • September 7, 2026
Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Dibatalkan