Mahasiswa KKN UGM Edukasi Warga Soal Pelestarian Burung Maleo di Mamuju

SEBANYAK 28 mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM Manapak Mamuju 2026 tengah menjalankan program pengabdian masyarakat di pesisir barat Pulau Sulawesi, tepatnya di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Memasuki pekan ketiga pelaksanaan KKN, para mahasiswa telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di dua lokasi pengabdian, yakni Desa Sumare dan Desa Tapandullu.

Salah satu program unggulan yang tengah dijalankan adalah konservasi burung maleo.

Satwa endemik Sulawesi

Koordinator Mahasiswa Tingkat Sub-unit, Ikhlasul Amal, mengungkapkan bahwa program tersebut dipilih karena burung maleo merupakan satwa endemik Sulawesi yang dilindungi sekaligus menjadi salah satu ikon fauna Provinsi Sulawesi Barat. Itu sebabnya pelestarian burung maleo menjadi perhatian utama Tim KKN-PPM UGM Manapak Mamuju.

“Kami mendapatkan amanah dari pemerintah daerah untuk turut berkontribusi dalam upaya pelestarian burung ini,” ujarnya, Jumat.

Ikhlasul meneruskan, selama hampir tiga pekan berada di lokasi pengabdian, ia dan tim telah melakukan observasi serta patroli di kawasan habitat burung maleo. Dari kegiatan tersebut, mereka menemukan bahwa ancaman terhadap satwa endemik itu masih cukup tinggi.

“Bahkan kami sempat menyaksikan secara langsung masih ada masyarakat yang mengambil telur burung maleo ketika kami melakukan patroli. Temuan itu menjadi dasar bagi kami untuk menyusun langkah-langkah konservasi berikutnya,” jelas Ikhlasul.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Sebut Dampak Sosial KKN Naik 9,2 Persen

Observasi dan patroli

Ia menambahkan, kebiasaan sebagian masyarakat yang masih mengambil dan mengonsumsi telur burung maleo, meski satwa tersebut dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, menjadi tantangan tersendiri bagi tim.

Lebih lanjut, selain melakukan observasi dan patroli, program konservasi yang dijalankan secara interdisipliner oleh mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan ini juga menggandeng komunitas Sahabat Maleo di Mamuju dalam upaya pelestarian satwa endemik tersebut.

Bersama komunitas itu, para mahasiswa tengah menyiapkan berbagai langkah lanjutan, mulai dari pemasangan papan imbauan di kawasan peneluran, sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian burung maleo, hingga penyelenggaraan festival edukasi yang dikemas melalui drama musikal.

“Langkah-langkah konkret inilah yang nantinya kami harapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian burung maleo,” harap Ikhlasul.

Pemetaan intrusi air laut

Selain program konservasi burung maleo, Tim KKN-PPM UGM Manapak Mamuju juga menginisiasi pemetaan intrusi air laut di Desa Sumare dan Desa Tapandullu.

Program yang diinisasi oleh mahasiswa Kluster Sains dan Teknologi ini berangkat dari temuan bahwa sebagian sumur warga mengalami penurunan kualitas akibat masuknya air laut ke dalam air tanah sehingga air menjadi payau dan tidak layak.

BACA JUGA  Mahasiswa KKN PPM UGM Bantu Pulihkan Terumbu Karang di Bunaken

“Untuk mengidentifikasi kondisi tersebut, kami melakukan pengujian kualitas air sumur menggunakan water test kit dengan mengukur sejumlah parameter, seperti suhu, tingkat keasaman (pH), dan Total Dissolved Solids (TDS),” papar Koordinator Mahasiswa Kluster Sains dan Teknologi, Muhammad Zidan.

Hasil pengujian tersebut, lanjut Zidan, akan dipetakan untuk mengetahui persebaran sumur yang terdampak intrusi air laut di kedua desa.

Pengelolaan sumber air bersih

Peta tersebut diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat untuk mengenali kualitas air yang digunakan sehari-hari sekaligus menjadi data pendukung bagi pemerintah desa dalam merencanakan pengelolaan sumber air bersih di kemudian hari.

“Dari sini (pemetaan), masyarakat dapat mengetahui sumur atau sumber air mana saja yang terdampak intrusi air laut,” tuturnya.

Tak hanya itu, para mahasiswa juga telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dan pelestarian lingkungan.

Salah satunya melalui pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya untuk meningkatkan pemanfaatan tanaman herbal di tingkat rumah tangga.

Penanaman bibit mangrove

Adapun di sektor lingkungan, para mahasiswa bersama masyarakat akan melakukan penanaman 700 bibit mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mengurangi risiko abrasi di kawasan pantai.

BACA JUGA  Mahasiswa KKN UNY Inisiasi Program GCOSO di Kulon Progo

Menjelang akhir wawancara, Ikhlasul mengakui bahwa pelaksanaan KKN di tanah Mamuju tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya ialah menyesuaikan program kerja yang telah disusun sejak masa persiapan di Yogyakarta dengan kondisi nyata di lapangan.

Menurutnya, hasil observasi menunjukkan bahwa sejumlah kebutuhan masyarakat berbeda dengan pemetaan awal sehingga beberapa program harus disesuaikan agar lebih tepat sasaran dan relevan.

Meski demikian, Ikhlasul berharap seluruh program yang telah dijalankan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Sumare dan Desa Tapandullu.

Terus berlanjut

Ia juga berharap berbagai inisiatif yang telah dirintis, mulai dari konservasi burung maleo, pemetaan intrusi air laut, dan program-program yang akan datang dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat maupun pemerintah desa setelah masa KKN usai.

“Harapan kami, apa yang telah dimulai selama KKN dapat menjadi fondasi bagi pengembangan desa sekaligus manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tutupnya. (AGT/M-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

KEPOLISIAN Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan perkembangan terbaru terkait situasi kamtibmas pascaaksi demo masyarakat di kawasan Gedung DPRD DIY pada Selasa malam. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan,  menjelaskan situasi…

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

Polda Jawa Tengah mengungkap jaringan perjudian jenis togel yang beroperasi di Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kota Semarang. Pengungkapan ini menyasar sejumlah peran dalam praktik perjudian, mulai dari pengepul kupon,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tingkatkan Layanan, KAI Logistik Hadirkan Fitur Live Chat di Website

  • October 21, 2026
Tingkatkan Layanan, KAI Logistik Hadirkan Fitur Live Chat di Website

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyerangan Rombongan Persib U-18

  • October 21, 2026
Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyerangan Rombongan Persib U-18

Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

  • October 21, 2026
Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

  • October 21, 2026
Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

  • October 20, 2026
Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

  • October 20, 2026
Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan