Geledah 12 Lokasi atas Dugaan Korupsi, Polisi Dapatkan Sejumlah Barang Bukti

TIM gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri ​dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di 12 lokasi berbeda yang tersebar di wilayah Jabodetabek..

Menurut pihak kepolisian penggeledahan itu terkait kasus dugaan kasus korupsi tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero) dan PT Krakatau Steel.

​​”Ini bagian dari kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan.

Budi menjelaskan hingga Rabu (8/7) malam, tim gabungan telah menyelesaikan penggeledahan di dua lokasi di wilayah Jakarta Selatan, yakni Kafe de’Clan Signature di Cipete dan Koin Money Changer di Cipete Selatan.

BACA JUGA  Mantan Menag Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji

Uang tunai

Salah satu tempat yang digeledah polisi dari hasil Tangkapan layar. (Dok.Ist)

​Sementara itu, proses penggeledahan masih berlangsung di sepuluh lokasi lainnya. Salah satunya rumah  TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan dan rumah  DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, serta sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor.

“Kortastipidkor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi, meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang, ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe De’Klan dan Koin Money Changer,” kata Budi Hermanto.

Dari hasil penggeledahan itu menurut Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto pihaknya menyita uang tunai senilai hampir Rp60 miliar dari berbagai mata uang asing.

Ia merinci uang tunai yang disita terdiri atas 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, dan uang rupiah senilai Rp259.159.000.

BACA JUGA  Sambut Hari Bhayangkara, Alumni Akabri 1994 Gelar Baksos dan Bakkes di ISI

“Kemudian kami konversi dalam bentuk rupiah, kira-kira hampir Rp60 miliar. Ini di lokasi de’Clan,” katanya.

Selain uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik, seperti ponsel. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

TNI Beberkan Alasan Penjagaan Rumah Jampidsus oleh Tentara

KABAR dijaganya rumah Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah di Kramat Pela, Jakarta Selatan (Jaksel) oleh tentara akhirnya sampai juga ke Mabes TNI. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigadir Jenderal…

Swiss Siap Hadapi Tantangan Selanjutnya

TANTANGAN berat kembali harus dihadapi Swiss di Piala Dunia. Setelah sukses menyingkirkan Kolombia di babak 16 besar lewat drama adu penalti, kini mereka harus menghadapi juara bertahan Argentina pada babak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bupati Sleman Serahkan NPHD untuk 14 Tempat Ibadah

  • July 9, 2026
Bupati Sleman Serahkan NPHD untuk 14 Tempat Ibadah

Fenomena Polyworking Makin Berkembang

  • July 9, 2026
Fenomena Polyworking Makin Berkembang

TNI Beberkan Alasan Penjagaan Rumah Jampidsus oleh Tentara

  • July 9, 2026
TNI Beberkan Alasan Penjagaan Rumah Jampidsus oleh Tentara

Geledah 12 Lokasi atas Dugaan Korupsi, Polisi Dapatkan Sejumlah Barang Bukti

  • July 9, 2026
Geledah 12 Lokasi atas Dugaan Korupsi, Polisi Dapatkan Sejumlah Barang Bukti

Ratusan Monyet Rusak Tanaman Palawija Milik Warga 3 Desa

  • July 8, 2026
Ratusan Monyet Rusak Tanaman Palawija Milik Warga 3 Desa

Unsil Tasikmalaya Latih Public Speaking Anggota PKK

  • July 8, 2026
Unsil Tasikmalaya Latih Public Speaking Anggota PKK