Ahli Waris Bandung Zoo Prihatin atas Matinya Dua Ekor Anak Harimau Benggala 

KEMATIAN dua ekor anak Harimau Benggala yang terlahir kembar, Hara dan Huru di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo pada Maret lalu, akibat terkena virus, menimbulkan keprihatinan dari Penjaga Warisan Sunda (Pewaris)

Seperti dikatakan Rully Alfiady, koordinator pewaris melalui keterangan tertulisnya, pihaknya selama 11 bulan terakhir konsen terhadap perjuangan warisan sejarah dan budaya Bandung Zoo.

“Kami prihatin dan menyesalkan matinya 2 anak harimau Benggala karena virus. Dua anak harimau ini merupakan 2 dari 7 satwa langka  yang lahir selama konflik pengelolaan Bandung Zoo berlangsung,” ujarnya.

Mereka juga berharap kejadian itu menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa betapa tidak mudahnya menjaga asset konservasi yang butuh keahlian dan perhatian sungguh-sungguh.

BACA JUGA  Bandung Zoo Ditutup, Karyawan Tuntut Legalitas Taman Safari

Sesuai kesepakatan

“Kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Kementrian kehutanan melalui (BKSDA Jawa Barat) agar tetap fokus dan terus melanjutkan agenda besar penyelamatan Bandung Zoo,  sesuai kesepakatan bersama antara Pemkot Bandung – masyarakat – karyawan dan ahli waris Ema Bratakoesumah,” kata mereka lagi.

“Kami juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak untuk ikut menambah percepatan. Semoga ini semua menjadi energi baru bagi masyarakat dalam konteks perjuangan menyelamatkan Kebun Binatang sebagai warisan sejarah dan budaya yang telah berumur 93 tahun.”

“Kami juga mengajak masyarakat Bandung, Jawa Barat dan Indonesia untuk bersama-sama mengawasi dan menjaga proses dan agenda penyelamatan Kebun Binatang Bandung,” tegasnya.

BACA JUGA  Farhan Minta Bandung Zoo Nyaman untuk Wisatawan

Tetap pada agenda

Hal senada juga disampaikan tokoh Sunda lainnya Andri P. Kantaprawira yang menegaskan, bawah kematian dua anak Harimau Benggala tidak boleh mengganggu agenda besar penyelamatan Bandung Zoo, sesuai kesepakatan antara Walikota Bandung dengan tokoh-tokoh Sunda.

“Karena itu solusi praksis yang tidak boleh ditunda tunda, jadwalnya sesuai peraturan yang berlaku dan prinsip prinsip tata kelola yang baik,” terangnya.

Sementara itu Apipudin tokoh Walhi kultural menyampaikan, kematian dua anak Harimau Benggala harus menjadi pelajaran bagi para pengelola dan pegiat lingkungan.

“Selanjutnya kami mendesak pihak Pemkot Bandung harus segera melakukan percepatan untuk merealisasikan kesepakatan bersama pemerintah dan masyarakat kota Bandung terkait pengelolaan Bandung Zoo kedepannya,” tandasnya. (zahra/M-01)

BACA JUGA  Pemkot Pastikan Bandung Zoo Tetap Tutup Saat Libur Lebaran

Related Posts

Wali Kota Bandung Lepas 1.679 Jemaah Haji

SUASANA haru dan khidmat menyelimuti pelepasan 1.679 calon jemaah haji asal Kota Bandung di Masjid Pusdai Kota Bandung Rabu (1/4), Mereka terdiri dari 739 laki-laki dan 940 perempuan, dengan rentang…

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mendapati Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan, Sidoarjo belum memenuhi standar. Hal tersebut diketahui…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UNY Terima 1.834 Mahasiswa Baru dari Jalur SNBP

  • April 1, 2026
UNY Terima 1.834 Mahasiswa Baru dari Jalur SNBP

Lembaga Sertifikasi Dapur MBG harus Independen dan Berkompeten

  • April 1, 2026
Lembaga Sertifikasi Dapur MBG harus Independen dan Berkompeten

Yuk, Kenali Gejala Kanker Ginjal Sejak Dini

  • April 1, 2026
Yuk, Kenali Gejala Kanker Ginjal Sejak Dini

UIN Sunan Kalijaga Peringkat 7 Dunia Religious Studies Versi SCImago

  • April 1, 2026
UIN Sunan Kalijaga Peringkat 7 Dunia Religious Studies Versi SCImago

UPN Veteran Yogyakarta Punya Empat Guru Besar Baru

  • April 1, 2026
UPN Veteran Yogyakarta Punya Empat Guru Besar Baru

Wali Kota Bandung Lepas 1.679 Jemaah Haji

  • April 1, 2026
Wali Kota Bandung Lepas  1.679 Jemaah Haji