
HOSPITAL Director Siloam International Hospitals, S.A. Erich Richardo, mengatakan bulan Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.
Pada media gathering yang digelar Senin petang, Erich mengemukakan banyak orang menganggap Ramadan sebagai waktu untuk membatasi aktivitas fisik karena khawatir mengalami dehidrasi atau kelelahan.
“Ramadan seringkali dianggap sebagai waktu untuk membatasi aktivitas fisik karena kekhawatiran akan dehidrasi atau lemas,” ujarnya.
Bisa dilakukan
Untuk menjaga tetap sehat dan bugar, dr Tiva Ismadyanti Christine Prabowo, Head of Medical Check Up Siloam Hospital Yogyakarta, dalam acara berbagi pengetahuan mengenai kesehatan saat berpuasa menjelaskan olahraga tetap bisa dilakukan dan aman meski puasa.
“Puasa membuat pola tidur berubah, asupan makanan berkurang, dan cairan terbatas. Namun olahraga tetap dibutuhkan agar tubuh tetap fit,” kata dr. Tiva.
Tubuh, jelasnya memiliki mekanisme alami untuk menyesuaikan diri. Dengan kemampuan alami tersebut tubuh stetap mampu melakukan berbagai aktivitas meski tidak ada asupan makanan sepanjang hari.
Selama berpuasa, lanjutnya, terjadi beberapa proses dalam tubuh manusia, salah satunya adalah penurunan hormon insulin.
“Penurunan hormon insulin ini terkait dengan berkurangnya asupan karbohidrat,” katanya.
Proses lipolisis
Namun di sisi lain, imbuhnya, hormon glukagon naik dan memicu tubuh untuk menghasilka energi dari cadangan yang ada.
Pada awalnya, jelasnya, energi diambil dari glikogen yang tersimpan di liver dan otot.
Setelah 12 jam tanpa makan dan minum, katanya lagi tubuh mulai menggunakan cadangan energi dari lemak, melalui proses lipolisis.
“Inilah yang membuat sebagian orang mengalami penurunan berat badan saat puasa,” kata Tiva.
Tubuh, jelasnya, juga melakukan proses glukoneogenesis. Proses ini ujarnya adalah pembentukan energi dari lemak dan protein.
Tingkatkan metabolisme
Meski begitu, tubuh tetap menjaga agar protein dari otot tidak terlalu banyak digunakan, karena protein dibutuhkan untuk membangun jaringan penting seperti kulit, rambut, dan hormon.
Menurut dia olahraga saat puasa justru membantu meningkatkan metabolisme, menjaga berat badan ideal, serta memperbaiki sensitivitas insulin.
“Puasa bukan berarti berhenti berolahraga. Justru dengan olahraga, metabolisme tubuh lebih teratur dan kesehatan tetap terjaga,” ujarnya.
Olahraga yang cocok
Ia mengungkapkan, olahraga yang dilakukan pada pagi, hari maupun sore hari dengan jenis-jenis olahraga yang beragam. Ia menyebutkan, jenis-jenis olahraga tersebut antara lain jalan santai, yoga, jogging santai dan sebagainya.
Dokter Tiva mengingatkan untuk tidak memaksakan diri dalam melakukan olahraga ketika sedang berpuasa dan durasinya tidak perlu terlalu lama.
Fokus utamanya adalahagar tubuh tetap bugar tanpa mengganggu ibadah puasa.
Edukasi kesehatan
Sementara CEO Siloam Hospital Yogyakarta, Siti Nurtata Rizki, menegaskan komitmennya untuk terus memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga kebugaran selama bulan.
Dalam kesempatan itu Siti Nurtata Rizki mengemukakan sekarang ini Siloam Hospitals Yogyakarta telah memiliki layanan Poliklinik Urologi untuk pasien dewasa hingga anak-anak.
Dikatakan layanan Poliklinik Urologi untuk menangani berbagai masalah kesehatan pada saluran kemih, termasuk kasus urologi pada anak.
“Pasien dapat berkonsultasi dengan Prahara Yuri, dokter spesialis urologi konsultan urologi pediatrik di Siloam Hospitals Yogyakarta, yang siap memberikan penanganan medis secara profesional dan komprehensif,” katanya. (AGT/N-01)








