
TEKA-teki soal pelatih Persija Jakarta akhirnya terkuak. Persija resmi menunjuk mantan arsitek timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih kepala baru mereka mulai musim depan.
Tidak tanggung-tanggung, tim Macan Kemayoran mengontrak juru taktik asal Korea Selatan itu selama tiga tahun.
STY ditunjuk menggantikan peran Mauricio Souza yang dipecat akibat gagal mengantarkan klub asal Ibu Kota itu menjadi juara Super League.
“Semoga pilihan kita ini menjadi titik balik untuk masa depan Persija,” kata Presiden Klub Persija Jakarta Mohamad Prapanca pada jumpa pers pengenalan STY di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Senin.
Saat mengungkapkan kapan pembicaraan awal soal pelatih kepala baru, ia mengungkapkan proses ini berjalan saat BRI Super League musim ini memasuki 10 pekan terakhir.
Hasil negatif

Saat itu, diketahui Persija yang masih berada di jalur juara sedang mendapatkan hasil negatif, yaitu tiga laga tanpa kemenangan yang terdiri dari dua hasil imbang melawan Borneo FC (2-2) dan Dewa United (1-1) dan satu kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC (2-3).
Setelah tiga laga tanpa kemenangan itu pada akhirnya Persija finis di peringkat ketiga klasemen akhir dengan 71 poin, berjarak delapan poin dari delapan poin Persib Bandung yang juara dan Borneo FC yang menjadi runner-up.
“Pelatih kita saat itu coach Mauricio sudah berikan yang terbaik, tapi kita punya target yang lebih tinggi,” kata Prapanca.
Bangun fondasi
Di sisi lain, selama lima tahun di timnas Indonesia, meski belum bisa menghadirkan trofi, STY membawa tim Garuda mencapai pencapaian yang membanggakan.
Dia meloloskan tiga tim nasional ke Piala Asia, lolos 16 besar Piala Asia 2023, menjadi peringkat keempat Piala Asia U23 2024, lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2027 sekaligus lolos ke Piala Asia 2027.
Hasil itu mengerek peringkat timnas dari peringkat 173 dunia ke peringkat 129 dunia. Ia pun dinilai sukses bangun fondasi timnas.
Setelah kontraknya di timnas Indonesia diputus PSSI pada awal Januari tahun lalu, STY kemudian menjadi Vice-President di Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) selama 11 bulan.
Selesai dari situ, pelatih asal Korea Selatan itu menjadi Director of Football di Seongnam FC selama empat bulan, dan terakhir menjadi pelatih di Ulsan HD selama dua bulan yang diakhiri dengan dua kemenangan, empat seri, dan empat kekalahan dari 10 laga. (*/M-01)








