Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Serang belum Berhasil

OPERASI SAR pencarian korban tenggelam di muara Sungai Serang, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (8/3) belum membuahkan hasil. Kepala Kantor SAR Yogykarta, Rio Banupanitis melalui Humas Kantor SAR Yogyakarta Pipit Eriyanto, menjelaskan itu merupakan pencarian hari kedua.

Ia menyebutkan, survivor berinisial BN, 9 tahun, yang beralamatkan Dukuh Keboan RT 01 RW 01, Kalurahan Karangwuni, Wates, Kulon Progo, diduga tenggelam dan hanyut di muara Sungai Serang. Kecurigaan hilangnya BN ini berawal dari kecurigaan warga terhadap adanya satu sepeda yang ditinggal di pinggir sungai namun tidak ada orang yang berada di sekitarnya.

“Pada pukul 16.00 WIB — hari Sabtu — ada salah satu anak yang memang setelah ditanya lebih dalam ternyata mengakui bahwa temannya yang punya sepeda atas nama BN tenggelam di Muara Sungai Serang,” katanya.

BACA JUGA  Tim SAR Cari Nelayan Hilang di Perairan Gesing

Dibagi tiga SRU

Guna memastikan salah satu anak teman bermain survivor membenarkan sepeda tersebut adalah milik BN. Hal itu juga dibenarkan oleh teman BN yang lain. Dengan demikian, ujarnya dapat dipastikan A1 korban tenggelam berdasarkan keterangan saksi 2 pukul 16.00 WIB.

Setelah pencarian hari pertama tidak membuahkan hasil, lanjutnya, pencarian dilanjutkan pada hari Minggu. “Pencarian hari Minggu, tim dibagi tiga SRU atau search and rescue unit,” katanya.

SRU 1, katanya, melakukan penyisiran menggunakan LCR atau Landing Craft Rubber atau perahu karet di sekitaran LKP (Lokasi Kejadian Perkara) kurang lebih 500 meter ke arah utara, SRU 2 melakukan penyelaman di sekitar LKP dan SRU 3 melakukan pemantauan darat di sekitar LKP.

BACA JUGA  Tim SAR Gabungan Sudah Menemukan Total 74 Bodypack

Bakal dilanjutkan

Namun, ujarnya, kondisi perairan yang keruh serta kondisi perairan surut menyulitkan pencarian dengan penyelaman maupun manuver LCR.

“Pencarian hari kedua, belum membuahkan hasil dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya,” katanya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

SEORANG pengasuh sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, AF, 37, diperiksa polisi. Pasalnya, ia begitu tega melakukan tindakan asusila kepada beberapa santriwatinya sendiri. Satu dari korbannya bahkan…

Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

PARA perajin tahu-tempe mulai merasakan dampak melemahnya mata uang Rupiah. Mereka pun terpaksa mengurangi produksi dan menaikan harga lantaran kebutuhan bahan baku kedelai impor naik jadi Rp11.100 ribu per kg.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

  • June 8, 2026
Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

  • June 7, 2026
Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

  • June 7, 2026
Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

  • June 7, 2026
Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

  • June 7, 2026
Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

Polda Jateng Musnahkan Narkotika dari 449 Kasus Periode April-Juni

  • June 6, 2026
Polda Jateng Musnahkan Narkotika dari 449 Kasus Periode April-Juni