Komunitas VOID Jatim Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan di Sidoarjo

KOMUNITAS VOID Jatim Lossdoll menggelar aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik dan material bangunan untuk anak-anak telantar serta panti asuhan di wilayah Sidoarjo.

Aksi bakti sosial ini menyasar Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (UPT PPSAB) Sidoarjo serta Panti Griya Yatim SYD Gedangan.

​Ketua Panitia Baksos VOID Jatim, Verdi, merinci bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan dasar anak-anak. Di antaranya dua setel baju baru untuk setiap anak, popok bayi (pampers), mainan, tisu, hingga makanan ringan.

Selain kebutuhan logistik, komunitas ini juga menyumbangkan semen untuk mendukung pembangunan fasilitas di Panti Griya Yatim SYD Gedangan.

Bayi telantar

“Kami sengaja melakukan kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan agar mereka juga ikut merasakan kebahagiaan saat nanti lebaran,” kata Verdy, Sabtu sore (7/3).

BACA JUGA  Alumni Akpol 90 Gelar Rangkaian Bakti Sosial

​Pihak UPT PPSAB Sidoarjo menjelaskan, saat ini mereka tengah mengasuh 45 bayi telantar dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kapasitas maksimal penampungan di UPT di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jatim ini sendiri mencapai 55 anak.

​”Saat ini tinggal 45 anak karena kami baru saja merujuk anak-anak yang sudah memasuki usia sekolah ke UPT di Nganjuk,” ujar Kasi Pelayanan Sosial UPT PPSAB Sidoarjo, Swadaryati.

Mekanisme adopsi

​Swadaryati menjelaskan bahwa bayi-bayi yang dirawat merupakan hasil temuan dari berbagai kabupaten/kota, termasuk dari wilayah ujung Jawa Timur seperti Banyuwangi, Sumenep, hingga Pacitan.

Proses penerimaan bayi di PPSAB dilakukan melalui koordinasi ketat antara pemerintah daerah, kepolisian, dan rumah sakit.

BACA JUGA  Mensos Sumbang Gerobak untuk Lansia di Sepanjang

​Terkait mekanisme adopsi, PPSAB Sidoarjo memberlakukan aturan yang sangat selektif guna menjamin masa depan anak. Pertama melakukan publikasi terkait temuan bayi tersebut sebanyak tiga kali untuk mencari keberadaan orang tua kandung.

Jika keluarga tidak ditemukan, barulah proses pemeriksaan atau verifikasi lebih lanjut dilakukan. Setelah itu baru mereka boleh diadopsi apabila ada pasangan suami istri yang menginginkan.

Masih nihil

​”Selama bulan Ramadan tahun ini, aktivitas adopsi terpantau masih nihil karena pihak pengelola masih menunggu petunjuk teknis dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur,” kata Swadaryati.

​Berdasarkan data tahunan, rata-rata terdapat sekitar 12 anak yang berhasil diadopsi melalui prosedur resmi di lembaga ini.

BACA JUGA  Diduga Korban Tabrak Lari, Dua Praja IPDN Tingkat Akhir Meninggal

Swadaryati menyebut rasio antara anak yang masuk dengan yang diadopsi cenderung seimbang atau mencapai perbandingan fifty-fifty. (OTW/M-03)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

SEORANG pengasuh sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, AF, 37, diperiksa polisi. Pasalnya, ia begitu tega melakukan tindakan asusila kepada beberapa santriwatinya sendiri. Satu dari korbannya bahkan…

Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

WAKIL Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menegaskan bahwa jamu bagian dari identitas Indonesia. Sebagai produk kreatif, jamu kata dia, perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

  • June 8, 2026
Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

  • June 7, 2026
Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

  • June 7, 2026
Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

  • June 7, 2026
Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

  • June 7, 2026
Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

Polda Jateng Musnahkan Narkotika dari 449 Kasus Periode April-Juni

  • June 6, 2026
Polda Jateng Musnahkan Narkotika dari 449 Kasus Periode April-Juni