Ibu-ibu Perumahan Surya Regency Salurkan Bantuan ke Griya Yatim SYD

PULUHAN ibu-ibu yang tergabung dalam lingkungan RT 1 RW 8 Perumahan Surya Regency Kabupaten Sidoarjo, menggelar aksi sosial di Griya Yatim Sahabat Yatim Dhuafa (SYD) Indonesia di Desa Ganting, Gedangan, Sidoarjo, pada Minggu (8/3).

Aksi di bulan suci Ramadan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim dan piatu yang diasuh di lembaga tersebut.

​Perwakilan warga, Tuti mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan barang-barang kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh pihak panti asuhan. Bantuan tersebut meliputi sembako dan kebutuhan balita.

​”Kami membawa bantuan diantaranya minyak goreng, pampers, protein hewani seperti ikan, ayam, dan telur. Selain itu ada juga bawang merah, bawang putih, susu, snack, dot bayi, peralatan mandi hingga sapu,” kata Tuti di lokasi kegiatan.

BACA JUGA  Polisi dan TNI Beri Makan Bergizi Gratis ke Siswa SDN Terpencil

Sambut baik

​Hesti, perwakilan pihak Griya Yatim SYD Indonesia menyambut baik kedatangan warga perumahan Surya Regency ini. Hesti menyebut, saat ini di lembaga tersebut mengasuh sebanyak 84 anak.

​”Anak-anak yang tinggal di panti ini tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Timur, melainkan dari berbagai penjuru indonesia. Mereka berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Palembang, Papua, dan kota-kota lainnya,” kata Hesti.

Fasilitas untuk balita

​Selain kebutuhan logistik harian, pihak panti saat ini tengah fokus pada pengembangan infrastruktur. Griya Yatim SYD Indonesia sedang melakukan perluasan bangunan, khususnya fasilitas yang diperuntukkan bagi balita.

Untuk menuntaskan proyek tersebut, pihak pengelola masih membutuhkan dukungan material bangunan.

BACA JUGA  Balita di Sidoarjo Hilang Terseret Arus Sungai Kedungan

“Saat ini kami masih terus melakukan perluasan pembangunan terutama untuk balita, sehingga sangat membutuhkan bahan bangunan seperti semen hingga besi,” kata Hesti. (OTW/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

SEORANG pengasuh sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, AF, 37, diperiksa polisi. Pasalnya, ia begitu tega melakukan tindakan asusila kepada beberapa santriwatinya sendiri. Satu dari korbannya bahkan…

Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

PARA perajin tahu-tempe mulai merasakan dampak melemahnya mata uang Rupiah. Mereka pun terpaksa mengurangi produksi dan menaikan harga lantaran kebutuhan bahan baku kedelai impor naik jadi Rp11.100 ribu per kg.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

  • June 8, 2026
Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

  • June 7, 2026
Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

  • June 7, 2026
Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

  • June 7, 2026
Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

  • June 7, 2026
Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

Polda Jateng Musnahkan Narkotika dari 449 Kasus Periode April-Juni

  • June 6, 2026
Polda Jateng Musnahkan Narkotika dari 449 Kasus Periode April-Juni