IJABI Gelar Doa Bersama untuk Tragedi Kemanusiaan di Timur Tengah 

IKATAN Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) menggelar kegiatan doa bersama bertajuk ‘Doa untuk Bangsa dan Dunia, Refleksi untuk Tragedi Umat Manusia’  di Aula Allahyarham KH Jalaluddin Rakhmat Kota Bandung, Sabtu (7/3). Sebanyak 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti acara itu.

Wakil ‎Ketua Umum IJABI, Syamsuddin Baharuddin menyebut kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di dunia. Doa bersama tersebut melibatkan berbagai elemen bangsa dari latar belakang yang beragam sebagai wujud solidaritas kemanusiaan.

‎“Ini adalah doa bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa dari berbagai latar belakang untuk menunjukkan bahwa apa yang terjadi saat ini merupakan tragedi kemanusiaan. Ini bukan tragedi yang dilihat dari sudut agama atau kelompok masyarakat tertentu, melainkan tragedi kemanusiaan,” tuturnya.

Penderitaan kemanusiaan

Menurut Syamsuddin fokus dari kegiatan ini bukan semata-mata pada negara tertentu, melainkan pada penderitaan kemanusiaan yang terjadi.

Tragedi yang menimpa bangsa mana pun seharusnya dipandang sebagai tragedi bersama yang menggugah nurani semua pihak.

‎“Kami ingin menggugah hati nurani masyarakat bahwa tragedi apa pun yang menimpa bangsa lain juga merupakan tragedi kemanusiaan bersama yang harus disikapi secara kolektif,” ungkapnya.

BACA JUGA  Partai Koalisi Viman-Dicky dan FKUB Gelar Doa Bersama

Politik bebas aktif

‎Selain menyuarakan kepedulian kemanusiaan, IJABI juga mendorong pemerintah Indonesia untuk kembali menegaskan prinsip politik luar negeri yang bebas aktif dan non-blok sesuai konstitusi.

Melalui kegiatan tersebut, IJABI berencana menyampaikan pernyataan resmi yang mendesak pemerintah agar mengambil sikap diplomatik yang lebih tegas dalam menyikapi konflik global.

‎Syamsuddin menambahkan, keterlibatan pemerintah dalam sejumlah forum internasional tertentu dinilai tidak memberikan kontribusi positif bagi upaya perdamaian dunia.

Ia menilai langkah tersebut berpotensi bertentangan dengan amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan.

Ingatkan pemerintah

‎IJABI juga mendesak DPR RI untuk mengambil peran lebih aktif dalam mengingatkan pemerintah agar konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

BACA JUGA  Nana Sudjana Minta Aturan Masa Tenang Pilkada Dipatuhi 

Dengan demikian, Indonesia diharapkan tetap menjadi negara yang independen dan tidak berada di bawah tekanan negara lain.

‎Syamsuddin menegaskan bahwa kegiatan doa bersama ini bukanlah langkah terakhir. Ke depan, IJABI akan terus melakukan berbagai kegiatan sebagai bagian dari upaya menyuarakan nurani kemanusiaan.

Hilangkan sekat

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan umat dan menghapus sekat-sekat perbedaan mazhab di tengah masyarakat. Selama ini, menurutnya, masih sering muncul narasi yang mempersempit ruang interaksi antara kelompok Sunni dan Syiah.

‎“Kami ingin menghapus sekat-sekat tersebut. Ini bukan soal perbedaan mazhab, tetapi soal persatuan umat, persatuan kemanusiaan, dan persatuan kebangsaan,” jelasnya.

‎Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, IJABI lanjut Syamsuddin juga akan melaksanakan gerakan pembagian Buletin Al-Quds pada Jumat mendatang.

Buletin yang berisi pesan-pesan kemanusiaan itu rencananya akan dibagikan ke masjid-masjid di berbagai daerah di Indonesia. ‎Para pengurus IJABI di sekitar 30 provinsi akan turun langsung membagikan puluhan ribu buletin tersebut sebagai bagian dari upaya menyuarakan solidaritas terhadap perjuangan pembebasan Al-Quds dan Palestina.

BACA JUGA  Tokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk Negeri

Lintas agama

“‎Momentum bulan Ramadan sangat tepat untuk menguatkan semangat persatuan dan solidaritas. Ramadan, menurutnya, mengajarkan pentingnya kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.”

Dan isu yang diangkat dalam kegiatan tersebut merupakan isu kemanusiaan universal. Karena itu, ajakan kepedulian tidak hanya ditujukan kepada umat Islam, tetapi kepada seluruh elemen masyarakat lintas agama dan organisasi.

‎“Peserta yang hadir dalam kegiatan ini juga berasal dari berbagai kalangan, bukan hanya organisasi Islam atau tokoh agama, tetapi juga aktivis kemanusiaan lintas agama dan lintas lembaga. Ini menegaskan bahwa isu yang kami angkat adalah isu kemanusiaan,” tutupnya. (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

360 PNS DIY Menerima Satyalancana

SRI Sultan Hamengku Buwono X, menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Saya Presiden Republik Indonesia kepada 360 PNS atas pengabdian selama 10, 20 dan 30 tahun. Dalam kesempatan itu Gubernur mengingatkan…

Imbas Abu Vulkanik, Jabar Terapkan PJJ dan Siapkan Posko Pengungsian

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat  memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah yang terkena abu vulkanik tinggi. Kepala sekolah diminta segera melakukan penghentian sementara kegiatan sekolah dan aktivitas luar ruangan apabila…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

360 PNS DIY Menerima Satyalancana

  • September 7, 2026
360 PNS DIY Menerima Satyalancana

Terdampak Abu Vulkanik, Rombongan Dispendik Jember Pakai Travel ke Jakarta

  • September 7, 2026
Terdampak Abu Vulkanik, Rombongan Dispendik Jember Pakai Travel ke Jakarta

Fraksi Gerindra Soroti Tren Penurunan Kepuasan Publik pada Pemkab Sidoarjo

  • September 7, 2026
Fraksi Gerindra Soroti Tren Penurunan Kepuasan Publik pada Pemkab Sidoarjo

8 Bandara Ditutup Dampak Abu Vulkanik, Bandara Kertajati Siap Jadi Alternatif

  • September 7, 2026
8 Bandara Ditutup Dampak Abu Vulkanik,  Bandara Kertajati Siap Jadi Alternatif

Imbas Abu Vulkanik, Jabar Terapkan PJJ dan Siapkan Posko Pengungsian

  • September 7, 2026
Imbas Abu Vulkanik, Jabar Terapkan PJJ dan Siapkan Posko Pengungsian

Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Dibatalkan

  • September 7, 2026
Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Dibatalkan