BMKG: Curah Hujan Masih Tinggi, Pemudik Diimbau Hati-hati

KEPALA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan curah hujan pada Maret masih tergolong tinggi hingga sangat tinggi, terutama sampai minggu kedua. Kondisi tersebut menjadi perhatian menjelang arus mudik dan balik Idulfitri.

“Sepuluh hari pertama Maret masih ada potensi hujan tinggi di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah-DIY. Namun pada 10 hari terakhir Maret kondisinya sudah jauh menurun,” terangnya.

BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berkoordinasi untuk mendukung operasi modifikasi cuaca secara situasional apabila terjadi potensi cuaca ekstrem yang membahayakan perjalanan mudik.

Kesiapan lintas sektor

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral tingkat Menteri secara daring di Mapolda Jateng. (Dok.Ist)

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memastikan kesiapsiagaan lintas sektor di wilayahnya berjalan optimal.

BACA JUGA  BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Berdasarkan survei nasional Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, sebanyak 38,71 juta orang diperkirakan akan bergerak menuju Jawa Tengah pada Lebaran 2026, menjadikan provinsi tersebut sebagai tujuan favorit pemudik.

“Insyaallah 10 hari menjelang Idulfitri seluruh titik perbaikan jalan, khususnya di Jawa Tengah, sudah diselesaikan. Jateng siap menjadi salah satu perlintasan utama arus mudik,” ujar Taj Yasin usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral tingkat Menteri secara daring di Mapolda Jateng.

Ia menambahkan, laporan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan sejumlah ruas jalan masih dalam tahap perbaikan, namun ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik.

500 kejadian

Di sisi lain, Kepala BNPB, Suharyanto, mengungkapkan bahwa hingga awal Maret 2026 jumlah bencana di Indonesia sudah hampir 500 kejadian. Di Jawa Tengah tercatat 82 kejadian banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.

BACA JUGA  Sambut Lebaran, Batik Danar Hadi Luncurkan Koleksi Ratimaya Raya

BNPB telah menyiapkan enam langkah strategis, mulai dari penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, penyebaran peta jalur mudik rawan bencana, pengaktifan pos komando bersama, pengerahan personel di titik strategis, rencana kontinjensi kawasan wisata, hingga kesiapan operasi modifikasi cuaca.

“Harapannya, pada periode Idulfitri ini masyarakat dapat beraktivitas dan melaksanakan perjalanan dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Resmikan Balai Desa di Aceh, UGM Fokus Pemulihan Pascabencana

UNVERSITAS Gadjah Mada meresmikan Balai Desa yang berlokasi di lingkungan Masjid Baiturrasyidin, Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (27/2). Peresmian itu menjadi simbol komitmen UGM dalam mendukung pemulihan…

UGM Kritik Keputusan Pemerintah Tanda Tangani ART dengan AS

GURU Besar, akademisi dan civitas akademika Universitas Gadjah Mada mengkritik penandatanganan perjanjian bilateral Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara pemerintah Indonesia dan Presiden AS Donald Trump. Apalagi isi perjanjian ART…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kadin Kota Tasikmalaya Gandeng Sandiaga Gelar Training Center

  • March 2, 2026
Kadin Kota Tasikmalaya Gandeng Sandiaga Gelar Training Center

Kalog Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun pada 2026

  • March 2, 2026
Kalog Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun pada  2026

Pemkot Bandung Beri Insentif PBB 2026

  • March 2, 2026
Pemkot Bandung Beri Insentif PBB 2026

Resmikan Balai Desa di Aceh, UGM Fokus Pemulihan Pascabencana

  • March 2, 2026
Resmikan Balai Desa di Aceh, UGM Fokus Pemulihan Pascabencana

UGM Kritik Keputusan Pemerintah Tanda Tangani ART dengan AS

  • March 2, 2026
UGM Kritik Keputusan Pemerintah Tanda Tangani ART dengan AS

BMKG: Curah Hujan Masih Tinggi, Pemudik Diimbau Hati-hati

  • March 2, 2026
BMKG: Curah Hujan Masih Tinggi, Pemudik Diimbau Hati-hati