34 Ribu Warga Sleman Dinonaktifkan dari PBI

SEBANYAK 34.143 warga Sleman yang kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) dinonaktifkan diminta segera mendaftar ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan warga yang mendaftar akan melalui proses penyaringan ulang. Pemerintah akan memprioritaskan mereka yang memiliki kebutuhan sosial mendesak, terutama karena faktor penyakit atau kondisi tertentu.

“Setelah mereka mendaftar akan kami saring kembali. Kami utamakan warga yang memang punya kebutuhan sosial karena penyakit atau hal lain,” ujar Harda di Pemkab Sleman, Sabtu (7/2).

Bagi warga yang lolos verifikasi, status kepesertaan PBI JK akan dialihkan pembiayaannya dari APBN ke APBD Kabupaten Sleman. Sebelumnya, total penerima PBI di Sleman tercatat mencapai 362 ribu jiwa, dengan iuran sebesar Rp35.000 per orang per bulan yang dibayarkan melalui APBN.

BACA JUGA  178 Siswa di Sleman Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Penonaktifan kepesertaan PBI JK mengacu pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 tertanggal 1 Februari 2026. Penonaktifan dilakukan terhadap peserta yang datanya kosong atau belum memiliki peringkat dalam sistem desil kesejahteraan, serta mereka yang masuk desil 6–10.

Desil merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang digunakan Kementerian Sosial untuk menentukan kelayakan penerima bantuan sosial. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), kelompok desil 6–10 tergolong sejahtera sehingga dinilai tidak layak menerima bantuan.

Harda mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah kuota yang dapat ditanggung melalui APBD. Saat ini, Dinsos Sleman masih fokus pada tahap pendataan, khususnya bagi warga yang sedang sakit dan membutuhkan layanan kesehatan segera.

BACA JUGA  Perangkat Daerah Harus Prioritaskan Keamanan Siber

“Kami data terlebih dahulu. Berapa anggaran yang dibutuhkan, pasti akan kami upayakan. Dari data, warga Sleman yang masuk desil 1–5 sebanyak 21 ribu jiwa juga ikut dinonaktifkan,” katanya.

Hingga Jumat (6/2), tercatat sekitar 500 warga telah mengajukan permohonan reaktivasi kepesertaan PBI JK. Bahkan, menurut Harda, ada warga yang menyampaikan langsung keluhan tersebut ke kediamannya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinsos Sleman, Sigit Indarto, menjelaskan bahwa SK Menteri Sosial tersebut memuat empat poin utama, yakni perubahan basis penerima, penyesuaian kuota kabupaten/kota, peluang reaktivasi bersyarat, serta kewajiban pemutakhiran data.

Peserta PBI JK pada desil 0 serta desil 6–10 digantikan oleh peserta desil 1–5 sesuai kuota daerah dan hasil pemeringkatan terbaru, guna memastikan bantuan tepat sasaran.

BACA JUGA  Jual Aset Desa Rp1,4 Miliar, Mantan Dukuh Candirejo Ditahan

Pemkab Sleman pun mengambil kebijakan untuk mengusulkan peserta PBI JK yang dinonaktifkan dari APBN agar dapat dibiayai melalui APBD. Namun, proses reaktivasi dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas.

“Prioritas kami adalah warga yang rutin menjalani cuci darah, kemoterapi, serta lansia. Mereka menjadi skala utama untuk reaktivasi PBI JK BPJS Kesehatan,” ujar Sigit. (AGT/S-01)

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

WORK From Home (WFH) yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), setiap Kamis telah berjalan efektif. Sebab kinerja aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya dilihat dari kehadiran fisik…

Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK

IMBAS dari aturan yang  menyebutkan batas belanja gaji pegawai maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ribuan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) terancam diberhentikan. Saat mengomentari…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

  • March 30, 2026
Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK

  • March 30, 2026
Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK

Menkes Gandeng China Cegah Tuberkulosis

  • March 29, 2026
Menkes Gandeng China Cegah Tuberkulosis

Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas

  • March 29, 2026
Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas

Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

  • March 29, 2026
Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

Pemkot Bandung Ikut Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

  • March 29, 2026
Pemkot Bandung Ikut  Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH