34 Ribu Warga Sleman Dinonaktifkan dari PBI

SEBANYAK 34.143 warga Sleman yang kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) dinonaktifkan diminta segera mendaftar ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan warga yang mendaftar akan melalui proses penyaringan ulang. Pemerintah akan memprioritaskan mereka yang memiliki kebutuhan sosial mendesak, terutama karena faktor penyakit atau kondisi tertentu.

“Setelah mereka mendaftar akan kami saring kembali. Kami utamakan warga yang memang punya kebutuhan sosial karena penyakit atau hal lain,” ujar Harda di Pemkab Sleman, Sabtu (7/2).

Bagi warga yang lolos verifikasi, status kepesertaan PBI JK akan dialihkan pembiayaannya dari APBN ke APBD Kabupaten Sleman. Sebelumnya, total penerima PBI di Sleman tercatat mencapai 362 ribu jiwa, dengan iuran sebesar Rp35.000 per orang per bulan yang dibayarkan melalui APBN.

BACA JUGA  Wakil Bupati Sleman Ajak Napi Teladani Nabi Muhammad SAW

Penonaktifan kepesertaan PBI JK mengacu pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 tertanggal 1 Februari 2026. Penonaktifan dilakukan terhadap peserta yang datanya kosong atau belum memiliki peringkat dalam sistem desil kesejahteraan, serta mereka yang masuk desil 6–10.

Desil merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang digunakan Kementerian Sosial untuk menentukan kelayakan penerima bantuan sosial. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), kelompok desil 6–10 tergolong sejahtera sehingga dinilai tidak layak menerima bantuan.

Harda mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah kuota yang dapat ditanggung melalui APBD. Saat ini, Dinsos Sleman masih fokus pada tahap pendataan, khususnya bagi warga yang sedang sakit dan membutuhkan layanan kesehatan segera.

BACA JUGA  Pemkab Sleman Peringkat Pertama Nasional Penghargaan STBM

“Kami data terlebih dahulu. Berapa anggaran yang dibutuhkan, pasti akan kami upayakan. Dari data, warga Sleman yang masuk desil 1–5 sebanyak 21 ribu jiwa juga ikut dinonaktifkan,” katanya.

Hingga Jumat (6/2), tercatat sekitar 500 warga telah mengajukan permohonan reaktivasi kepesertaan PBI JK. Bahkan, menurut Harda, ada warga yang menyampaikan langsung keluhan tersebut ke kediamannya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinsos Sleman, Sigit Indarto, menjelaskan bahwa SK Menteri Sosial tersebut memuat empat poin utama, yakni perubahan basis penerima, penyesuaian kuota kabupaten/kota, peluang reaktivasi bersyarat, serta kewajiban pemutakhiran data.

Peserta PBI JK pada desil 0 serta desil 6–10 digantikan oleh peserta desil 1–5 sesuai kuota daerah dan hasil pemeringkatan terbaru, guna memastikan bantuan tepat sasaran.

BACA JUGA  Christiano Ditetapkan Tersangka Usai Tabrak Motor di Sleman

Pemkab Sleman pun mengambil kebijakan untuk mengusulkan peserta PBI JK yang dinonaktifkan dari APBN agar dapat dibiayai melalui APBD. Namun, proses reaktivasi dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas.

“Prioritas kami adalah warga yang rutin menjalani cuci darah, kemoterapi, serta lansia. Mereka menjadi skala utama untuk reaktivasi PBI JK BPJS Kesehatan,” ujar Sigit. (AGT/S-01)

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

POLDA Jawa Tengah terus mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam Operasi Patuh Candi 2026 untuk mencegah kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. Upaya tersebut diwujudkan…

GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa

KETUA Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba menegaskan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekedar kegiatan seremoni tahunan. Lebih dari itu sebagai momentum untuk menguji…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

  • October 29, 2026
Silmy Karim Didakwa  Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

  • October 29, 2026
Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

  • October 29, 2026
Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

  • October 29, 2026
Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue