Mengenal GERD: Penyebab, Faktor Risiko, dan Penanganannya

GASTROESOPHAGEAL reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung sedang ramai dibahas di media sosial setelah meninggalnya selebgram sekaligus influencer Lula Lahfah.

GERD adalah kondisi ketika isi lambung mengalir kembali (refluks) ke kerongkongan (esofagus), bahkan dapat mencapai rongga mulut, laring, hingga paru-paru. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada lapisan esofagus dan jaringan mukosa lain yang terdampak.

GERD termasuk salah satu penyakit yang paling sering ditemui oleh dokter spesialis penyakit dalam dan layanan kesehatan primer. American College of Gastroenterology (ACG) mendefinisikan GERD sebagai gejala kronis atau kerusakan mukosa akibat refluks abnormal isi lambung ke esofagus atau organ di sekitarnya.

Faktor Risiko GERD

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami GERD, antara lain:

  • Hernia hiatus

  • Usia di atas 50 tahun

  • Indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30 atau obesitas

  • Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol

  • Pola makan tinggi lemak, makanan pedas, dan asam

  • Kurangnya aktivitas fisik

Selain itu, beberapa jenis obat yang menurunkan tekanan sfingter esofagus bagian bawah—seperti nitrat, calcium channel blocker, dan antikolinergik—juga dapat memicu terjadinya refluks asam lambung.

Jenis dan Tingkat Keparahan

Refluks esofagitis akibat GERD umumnya dibagi menjadi dua kategori:

  1. Non-Erosive Reflux Disease (NERD), yaitu GERD dengan gejala tetapi tanpa luka pada dinding esofagus.

  2. Erosive Reflux Disease (ERD), yaitu GERD dengan kerusakan atau erosi pada mukosa esofagus.

Secara umum, refluks esofagitis lebih sering terjadi pada pria, sementara NERD lebih banyak ditemukan pada perempuan.

Di negara-negara Barat, prevalensi GERD diperkirakan mencapai 10–20 persen populasi, dengan sekitar 6 persen mengalami kondisi berat. Sementara di negara-negara Asia, prevalensinya berkisar 5 persen.

Penanganan dan Kolaborasi Medis

Sebagian besar pasien GERD merespons baik terhadap pengobatan serta perubahan gaya hidup, seperti menurunkan berat badan, memperbaiki pola makan, berhenti merokok, dan meningkatkan aktivitas fisik. Namun, pada kasus yang tidak membaik (refrakter), tindakan endoskopi atau pembedahan mungkin diperlukan.

Penanganan GERD yang optimal memerlukan kolaborasi antara dokter layanan primer dan dokter spesialis gastroenterologi. Pendekatan interprofesional dinilai penting untuk meningkatkan akurasi diagnosis, mengenali faktor risiko sejak dini, melakukan evaluasi yang tepat, serta menentukan terapi yang sesuai bagi pasien.

Dengan pemahaman yang baik tentang faktor risiko dan gejalanya, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada serta segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan asam lambung yang menetap. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi

Bentunya mirip capung, tapi jenis serangga ini memiliki karakteristk berbeda terutama dalam hal cara terbang. Lalat capung, demikian serangga ini sering disebut, dapat bergerak vertikal, berbalik, dan melayang kembali ke…

UGM Gandeng Biofarma dan Sinovac Buat Vaksin

UNIVERSITAS Gadjah Mada menandatangani dua piagam Nota Kesepahaman Bersama dengan PT Bio Farma (Persero) dan Sinovac Holding Group Co. Ltd. di Ruang Tamu Rektor UGM, Selasa (21/4). Kesepakatan ketiga lembaga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

  • April 30, 2026
Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

  • April 30, 2026
Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC

  • April 30, 2026
Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC

Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi

  • April 30, 2026
Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi

Imbangi Atletico di Madrid, Arsenal di Atas Angin

  • April 30, 2026
Imbangi Atletico di Madrid, Arsenal di Atas Angin

Bekuk Persik Kediri, Borneo Rebut Posisi Puncak

  • April 29, 2026
Bekuk Persik Kediri, Borneo Rebut Posisi Puncak