Menag ke Mesir Bahas Pembukaan Cabang Al-Azhar di Indonesia

MENTERI Agama Nasaruddin Umar bertolak ke Mesir untuk menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto dalam dua agenda strategis, yakni membahas kerja sama pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia serta menjadi pembicara kunci pada seminar internasional tentang ekoteologi di Universitas Al-Azhar, Kairo.

“Akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan kerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral sejumlah negara Muslim,” ujar Menag sebelum keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (18/1).

Menag menilai pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia dapat menjadi solusi efektif bagi mahasiswa Asia Tenggara yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Mesir dan menghadapi berbagai tantangan regional.

BACA JUGA  Menag Perkenalkan Asta Protas Kemenag Berdampak

“Sudah waktunya Al-Azhar dibantu dengan membuka cabang di Indonesia. Dengan begitu, mahasiswa Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini,” kata Menag.

Selain memperluas akses pendidikan Islam, langkah tersebut juga dinilai dapat meringankan beban Al-Azhar yang saat ini menghadapi peningkatan jumlah mahasiswa internasional di tengah tekanan ekonomi dan kondisi sosial di Mesir.

“Mesir sekarang mengalami overload, selain menanggung pengungsian dalam jumlah besar, jumlah mahasiswa internasional juga meningkat, sementara beban ekonominya berat,” jelasnya.

Menurut Menag, gagasan pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia mendapat dukungan dari sejumlah negara sahabat, antara lain Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania. Skema kerja sama yang akan dibahas mencakup program dual degree, joint faculty, hingga model pendidikan langsung dengan pengajar dari Universitas Al-Azhar.

BACA JUGA  Menag Minta Rakernas Hasilkan Solusi untuk Umat

Pembicara kunci ekoteologi di Universitas Al-Azhar

Selain agenda pendidikan, Menag juga memenuhi undangan resmi Universitas Al-Azhar untuk menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional bertema ekoteologi. Kehadiran Menag dalam forum tersebut merupakan mandat Presiden RI untuk menyampaikan pandangan Indonesia terkait pendekatan keagamaan dalam pelestarian lingkungan.

“Atas izin Bapak Presiden, ada undangan yang sangat terhormat bagi kita untuk menjadi keynote speaker dalam seminar internasional tentang ekoteologi,” ujarnya.

Menag menjelaskan, perhatian dunia terhadap konsep ekoteologi Indonesia terus menguat. Isu tersebut sebelumnya juga mengemuka dalam forum lintas agama di Vatikan dan mendapat respons positif dari para pemimpin keagamaan internasional.

“Indonesia dinilai paling representatif untuk berbicara tentang ekoteologi saat ini,” kata Menag.

BACA JUGA  Sidang Isbat Tetap Mekanisme Resmi Penetapan Awal Ramadan

Ia berharap kunjungan ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam global sekaligus memperluas diplomasi pendidikan dan keagamaan di tingkat internasional. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Minimnya Transparansi Algoritma Platform Digital Harus Jadi Perhatian

PEMERINTAH resmi membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun mulai 28 Maret  lalu. Hal itu tertuang melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026…

Dua Korban Terseret Arus di Cianjur Ditemukan Meninggal

OPERASI pencarian dan pertolongan terhadap dua orang korban yang terseret arus di selokan bawah Hotel Delaga Biru, Kelurahan Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

  • March 31, 2026
UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak

  • March 31, 2026
Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak

Minimnya Transparansi Algoritma Platform Digital Harus Jadi Perhatian

  • March 31, 2026
Minimnya Transparansi Algoritma Platform Digital Harus Jadi Perhatian

Pengalihan 58% Dana Desa untuk KMP Bisa Lemahkan Otonomi Desa

  • March 31, 2026
Pengalihan 58% Dana Desa untuk KMP Bisa Lemahkan Otonomi  Desa

Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kini Semakin Diminati 

  • March 31, 2026
Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kini Semakin Diminati 

Jelekong Berpeluang Jadi Lokasi PSEL Bandung Raya

  • March 31, 2026
Jelekong Berpeluang Jadi Lokasi PSEL Bandung Raya