Menag: Isra Mikraj Momentum Pertobatan Ekologis

MENTERI Agama Nasaruddin Umar menyerukan agar peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah dijadikan sebagai momentum “pertobatan ekologis” bagi umat Islam. Ia menegaskan bahwa kesalehan ritual, seperti salat, tidak boleh dipisahkan dari kesalehan sosial dan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Seruan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis malam (15/1). Mengusung tema “Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj”, Menag menyoroti relevansi ajaran agama di tengah maraknya bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.

“Menjadi khalifah berarti menjaga amanah, bukan menguasai bumi secara serakah. Karena itu, Isra Mikraj layak menjadi momentum pertobatan ekologis—berhenti merusak, mulai merawat, dan menghadirkan rahmat bagi alam semesta,” tegas Menag.

BACA JUGA  Menteri Agama RI Apresiasi Pesan Damai Paus Leo XIV

Menurutnya, peristiwa Isra Mikraj mengajarkan bahwa perjalanan spiritual tidak berhenti di langit, tetapi harus menghadirkan dampak nyata di bumi. Nabi Muhammad SAW, meski telah mencapai puncak kenikmatan spiritual di Sidratul Muntaha, tetap kembali ke bumi untuk menebarkan rahmat bagi seluruh alam.

“Spirit langit yang kita rayakan seharusnya menjelma menjadi aksi bumi. Salat yang khusyuk semestinya melahirkan sikap hemat air, cinta kebersihan, dan keengganan merusak alam. Di situlah ekologi menemukan maknanya,” ujarnya.

Menag juga mencontohkan praktik ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu. Ia menyebut Masjid Istiqlal telah menerapkan prinsip tersebut hingga meraih sertifikat internasional EDGE dari Bank Dunia sebagai Green Mosque.

BACA JUGA  Menag Harap Kebakaran Gedung DPRD Makassar Jadi Terakhir

Dalam kesempatan yang sama, Menag mengajak masyarakat mendoakan serta membantu korban bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah. Ia menyebut musibah tersebut sebagai ujian untuk “naik kelas” sekaligus peringatan agar manusia lebih peduli terhadap keseimbangan alam.

Senada dengan Menag, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam uraian hikmahnya menegaskan bahwa kerusakan lingkungan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah kekhalifahan. Ia mengajak umat Islam menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah sosial. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS

IRAN memastikan kesepakatan damai telah tercapai dengan Amerika Serikat. Selanjutnya penandatanganan kesepakatan tersebut akan berlangsung di Swiss pada 19 Juni mendatang. “Naskah nota kesepahaman telah difinalkan, dan penandatanganan resmi dokumen…

Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan

TIM nasional Jerman sukses menuai kemenangan besar pada laga pertamanya di Grup E Piala Dunia, Senin (15/6). Saat menghadapi Curacao di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, Jerman menang 7-1. Meski…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kasatpol PP Sidoarjo Gelar Jamasan Pusaka 1 Suro

  • June 15, 2026
Kasatpol PP Sidoarjo Gelar Jamasan Pusaka 1 Suro

Mantan Ketua BPD Damarsi Buka Suara Soal Penyalahgunaan TKD

  • June 15, 2026
Mantan Ketua BPD Damarsi Buka Suara Soal Penyalahgunaan TKD

Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS

  • June 15, 2026
Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS

Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan

  • June 15, 2026
Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan

Daichi Kamada Selamatkan Jepang dari Jepang Melawan Belanda

  • June 15, 2026
Daichi Kamada Selamatkan Jepang dari Jepang Melawan Belanda

Pelatih Australia Richard Garcia Senang Bisa Juarai Piala AFF U-19

  • June 14, 2026
Pelatih Australia Richard Garcia Senang Bisa Juarai Piala AFF U-19