BKN Dorong Jateng Jadi Barometer ASN Nasional

KEPALA Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menerapkan sistem merit dan manajemen talenta bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar menjadi barometer nasional dalam pengelolaan ASN berbasis kinerja dan kompetensi.

“Saya ingin Jawa Tengah menjadi barometer pengembangan ASN. Institusi tidak boleh bergantung pada orang, tetapi harus bertumpu pada sistem,” ujar Zudan saat Penandatanganan Komitmen Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta bagi Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) provinsi serta kabupaten/kota se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (8/1).

Zudan menjelaskan, meritokrasi berarti menempatkan individu yang tepat pada fungsi dan kewenangan sesuai kompetensinya.

“Merit itu artinya layak, dan kratos adalah kekuasaan. Meritokrasi berarti menempatkan orang yang pantas pada fungsi kekuasaan. Di era sekarang, kita tidak bisa lagi mengangkat ASN yang lambat karena akan menghambat program,” tegasnya.

BACA JUGA  Puan Maharani Pertimbangkan Kaesang Maju di Pilgub Jateng

Menurutnya, manajemen talenta merupakan instrumen strategis untuk menyiapkan kader terbaik ASN agar mampu mengeksekusi visi dan misi kepala daerah secara efektif dan berkelanjutan.

“Dalam memilih pejabat, kuncinya adalah kinerja. Manajemen talenta memungkinkan kita menyiapkan pengganti sejak awal,” katanya.

Barometer ASN Nasional dengan sistem merit

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa penerapan manajemen talenta menjadi kunci penguatan reformasi birokrasi sekaligus penggerak pembangunan daerah.

“Momentum ini krusial untuk menciptakan SDM ASN yang menjadi motor pembangunan. Pengelolaan ASN tidak lagi berdasarkan like and dislike, tetapi melalui manajemen yang terukur dan objektif,” ujar Luthfi.

Di Jawa Tengah, kebijakan manajemen talenta telah diterapkan sejak 2021 melalui Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 28 Tahun 2021 tentang Manajemen Talenta PNS.

BACA JUGA  Longsor di Kabupaten Pekalongan Tewaskan 17 Orang

Implementasi kebijakan tersebut diperkuat dengan pembentukan tim khusus serta pemanfaatan aplikasi pendukung guna menjamin proses yang transparan dan akuntabel.

Penerapan manajemen talenta juga telah berdampak pada pengisian jabatan strategis. Sejak 2022, Pemprov Jateng telah melaksanakan empat kali pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama menggunakan skema manajemen talenta. Hasilnya, sebanyak 27 pejabat memperoleh promosi dan 28 pejabat mengalami mutasi berdasarkan pemetaan kompetensi dan kinerja.

Penerapan manajemen talenta

Ke depan, penerapan manajemen talenta tidak hanya terbatas pada jabatan pimpinan tinggi, tetapi akan diperluas hingga jabatan administrator dan pengawas. Langkah ini diharapkan memperkuat kesinambungan reformasi birokrasi serta menciptakan jalur karier ASN yang lebih terencana dan berbasis merit.

Luthfi menambahkan, Pemprov Jateng juga melakukan asistensi penerapan sistem merit kepada pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya. Hasilnya menunjukkan tren yang positif.

BACA JUGA  Dishub dan Kepolisian Urai Kemacetan Jalur Demak–Semarang

“Capaian di Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kota Magelang, dan Kota Tegal menjadi contoh penerapan sistem merit yang sudah berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Hasil asistensi tersebut menunjukkan peningkatan signifikan kualitas penerapan sistem merit, ditandai dengan bertambahnya daerah berkategori “baik” dan “sangat baik”, serta menurunnya daerah dengan kategori “kurang” dan “buruk”. Capaian ini dinilai menjadi pijakan penting dalam membangun birokrasi daerah yang profesional dan akuntabel.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKN juga menyerahkan Piagam Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta kepada enam penerima, yakni Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Cilacap. (Htm/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

SEBANYAK Lima Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan panen raya jagung secara serentak. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan penanaman jagung dalam program Desa Binaan Imigrasi…

  • Blog
  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

  • September 30, 2026
Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

  • September 30, 2026
Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

Kejaksaan Tinggi DIY Tahan Dua Petinggi BUKP Tegalrejo Kota Yogyakarta

  • September 30, 2026
Kejaksaan Tinggi DIY Tahan Dua Petinggi BUKP Tegalrejo Kota Yogyakarta

Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas  Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

  • September 30, 2026
Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap Sistem Pertahanan Masih Punya PR

  • September 30, 2026
10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap  Sistem Pertahanan Masih Punya PR