
INDOSAT Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) meluncurkan kampanye lingkungan JagaRaya PilahBox sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) pada pilar lingkungan. Inisiatif ini digelar bekerja sama dengan Politeknik Negeri Semarang (POLINES) untuk mendorong aksi pemilahan sampah plastik secara berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa, sivitas akademika, media, dan masyarakat diajak menukarkan botol plastik bekas menjadi pulsa IM3 atau Tri menggunakan mesin PilahBox, perangkat berbasis Internet of Things (IoT) dengan sensor cerdas yang mampu mengenali, menghitung, dan mengonversi botol plastik secara otomatis.
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut diawali dengan pengumpulan botol plastik di area kampus serta demonstrasi penggunaan PilahBox. EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan menjadi pemicu gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
“Dengan mekanisme konversi botol plastik menjadi pulsa, kami ingin mendorong masyarakat melakukan aksi sederhana yang berdampak nyata bagi lingkungan,” ujar Fahd, Senin (29/12).
Pilahbox dorong mahasiswa pilah sampah
Untuk berpartisipasi, pengguna cukup membawa botol plastik dan memiliki nomor Indosat aktif. Setelah melakukan verifikasi nomor melalui OTP, botol dapat dimasukkan ke mesin dan dikonversi menjadi poin. Setiap botol bernilai 50 poin, dengan minimal 1.000 poin untuk penukaran pulsa. Khusus penukaran pertama, peserta langsung mendapatkan bonus 1.000 poin.
Fahd menambahkan, keterlibatan generasi muda menjadi kunci perubahan perilaku lingkungan. Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara industri dan institusi pendidikan melalui edukasi dan dampak sosial.
Botol plastik yang terkumpul dikelola oleh Bank Sampah POLINES dan didaur ulang menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi, sehingga turut memberdayakan komunitas lokal dan UMKM kampus.
Pelestarian lingkungan
Direktur POLINES Dr. Garup Lambang Goro mengapresiasi inisiatif tersebut dan menilai pemanfaatan teknologi digital dapat mendorong kemajuan pelestarian lingkungan di Semarang. Menurutnya, mahasiswa juga memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan sampah modern yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Sejak diluncurkan pada 2022, JagaRaya PilahBox telah hadir di sejumlah kota seperti Bogor, Semarang, Medan, Makassar, dan Mataram. Hingga 2025, program ini berhasil mengumpulkan sekitar 113 ribu botol plastik atau setara dua ton sampah, dengan melibatkan hampir 2.000 partisipan di seluruh Indonesia.
Kolaborasi Indosat dan POLINES ini menjadi contoh konkret sinergi dunia pendidikan, industri, dan masyarakat dalam mendorong masa depan lingkungan yang lebih berkelanjutan. (Htm/S-01)







