Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo

INDOSAT Ooredoo Hutchison bersama Arsari Group dan Northstar Group menandatangani perjanjian investasi pembentukan perusahaan patungan (joint venture) untuk membangun platform serat optik digital terkemuka di Indonesia bernama FiberCo, Senin (29/12).

Kemitraan strategis ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat tulang punggung (backbone) digital nasional, seiring ekosistem digital Indonesia yang memasuki fase pertumbuhan krusial.

Melalui kolaborasi ini, para pihak menegaskan komitmen untuk memperkuat konektivitas nasional, menghadirkan layanan digital berstandar global, serta mendukung percepatan transformasi digital Indonesia secara berkelanjutan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Mimbar Nusantara, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menyampaikan bahwa kolaborasi ini berangkat dari visi jangka panjang yang sejalan.

“Memberdayakan Indonesia membutuhkan kolaborasi yang kuat serta ambisi jangka panjang dalam membangun infrastruktur digital,” ujar Vikram.

Ia menjelaskan, melalui pendekatan agile dan asset-light, kemitraan dengan Arsari Group dan Northstar Group memungkinkan Indosat membangun platform serat optik independen yang lebih tangguh dan siap menghadapi kebutuhan layanan digital masa depan.

BACA JUGA  Indosat Pastikan Sinyal Aman saat Libur Nataru di Jawa Barat

“Inisiatif ini mendukung transformasi Indosat menuju perusahaan berbasis AI, sekaligus berkontribusi pada kemajuan industri dalam menghadirkan pengalaman digital berkualitas tinggi di seluruh Indonesia. FiberCo akan berperan sebagai pemain infrastruktur AI yang berbeda dan menjadi katalis kemajuan Indonesia sebagai bangsa digital,” tambahnya.

FiberCo sebagai entitas baru

Kemitraan ini dirancang untuk memberikan manfaat strategis bagi Indonesia, Indosat beserta para pemegang sahamnya, serta FiberCo sebagai entitas baru. Bagi Indonesia, inisiatif ini diharapkan memperluas jangkauan serat optik domestik dan memperkuat backbone digital nasional melalui kepemilikan bersama dan tata kelola jangka panjang.

Upaya tersebut juga diharapkan menopang pertumbuhan ekonomi berbasis AI sejalan dengan visi Indonesia Emas, serta memperluas konektivitas masyarakat dan pelaku usaha melalui model jaringan open-access.

BACA JUGA  Indosat Berkomitmen Pulihkan Jaringan di Sumatera

Bagi Indosat, transaksi ini menghadirkan nilai strategis signifikan. Perusahaan akan mengalihkan aset serat optiknya ke FiberCo Raya dengan nilai sekitar Rp14,6 triliun, sekaligus mempertahankan sekitar 45 persen kepemilikan di FiberCo. Dana hasil transaksi akan digunakan untuk pengembangan jaringan 5G serta memperkuat fondasi AI Indosat.

Langkah tersebut menegaskan fokus Indosat pada bisnis intinya sebagai operator telekomunikasi yang berorientasi pada peningkatan pengalaman pelanggan dan pengembangan solusi digital.

Komitmen jangka panjang

Deputy CEO sekaligus CEO Arsari Group Aryo P.S. Djojohadikusumo menegaskan komitmen jangka panjang Arsari Group dalam mendukung pembangunan nasional melalui infrastruktur digital.

“Melalui kolaborasi dengan Northstar dan Indosat, Arsari Group berkomitmen menjadi bagian dari tulang punggung fisik pada fase pertumbuhan Indonesia berikutnya. Konektivitas kini sama fundamentalnya bagi ketahanan ekonomi seperti energi dan logistik,” ujar Aryo.

Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi sektor swasta untuk melengkapi upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan serat optik, mempercepat pemerataan digital yang inklusif, serta menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan hingga ke daerah pelosok.

BACA JUGA  Berdayakan Gen Z, Tri Ajak 5 Ribu Pelajar Jabar Melek Digital

Dari sisi implementasi, FiberCo akan mengoperasikan jaringan serat optik terintegrasi sepanjang lebih dari 86 ribu kilometer, mencakup jaringan backbone, kabel laut domestik, serta infrastruktur akses yang menghubungkan menara telekomunikasi dan kawasan bisnis.

Dengan komposisi jaringan sekitar 45 persen di Pulau Jawa dan 55 persen di luar Jawa, FiberCo memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan konektivitas digital. Sebagai entitas independen, FiberCo akan beroperasi dengan model open-access dan menyediakan akses terbuka bagi berbagai penyedia layanan. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Mengapa Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berselisih Jauh

TERJADI perbedaan jumlah penduduk miskin  Indonesia antara data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data yang dimiliki Bank Dunia. BPS menyebut tingkat kemiskinan di Indonesia pada Maret 2026 sebesar…

Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

SELANDIA Baru siap memasok semen (sperma) sapi pejantan untuk mendukung pengembangan bibit sapi unggul di DI Yogyakarta Gagasan tersebut menjadi salah satu peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan Duta…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Basarnas Terus Lakukan Pencarian Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

  • September 13, 2026
Basarnas Terus Lakukan Pencarian  Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Jateng Berlangsung Meriah

  • September 13, 2026
Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Jateng Berlangsung Meriah

Wabup Sleman Dorong Kampus Lahirkan Lulusan Berkarakter

  • September 13, 2026
Wabup Sleman Dorong Kampus Lahirkan Lulusan Berkarakter

Polisi Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

  • September 12, 2026
Polisi  Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

  • September 12, 2026
Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

  • September 12, 2026
Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara