Organisasi Mahasiswa Berperan Penting dalam Menyiapkan Pemimpin Bangsa

PERAN organisasi mahasiswa sangat penting dalam menyiapkan kader pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu mereka harus didukung dan dibina.

“Kita berharap pengkaderan kepemimpinan Indonesia ini terus dilakukan dengan inovasi yang baik dan semakin maju,” kata Pj. Gubernur Nana Sudjana  saat saat membuka Munas Badan Pengelola Latihan (BPL) Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Aula Muria BPSDMD Jawa Tengah, Rabu, 26/6.

Pengkaderan tersebut dapat dilakukan melalui organisasi mahasiswa sebagaimana HMI. Dalam perjalanannya, kata Nana, HMI telah melahirkan tokoh-tokoh pemimpin yang berpengaruh dalam perkembangan bangsa Indonesia. Misalnya Nurcholis Madjid, Akbar Tandjung, Ridwan Saidi, dan lainnya.

“Kita harapkan melalui Munas BPL PB HMI ini dapat menggembleng calon pemimpin masa depan,” katanya.

BACA JUGA  Ekonomi Tumbuh 5,37 Persen, Jateng Lampaui Target

Sebab, pemimpin kedepan memiliki banyak tantangan, baik secara nasional, regional, maupun global.

Tantangan kedepan, menurut Nana, salah satunya adalah masalah perubahan iklim. Sebagai contoh pada  2023-2024 ini, perubahan iklim telah berdampak terhadap lingkungan hidup. Misalnya bencana kekeringan panjang, banjir, dan lainnya.

“Dalam waktu dekat juga akan ada pemilihan kepala daerah. Kemudian memanfaatkan bonus demografi  dan potensi Indonesia menjadi kekuatan perekonomian dunia,” katanya.

Tantangan ke depan juga berkaitan dengan geo-politik regional dan global.  Ia mencontohkan, perang Ukraina dengan Rusia dan Israel dengan Palestina telah berdampak bagi negara-negara lain.

“Kita harus mengikuti perkembangan Indonesia saat ini. Kita masih dihadapkan tantangan sosial, politik, dan ekonomi. Butuh peran mahasiswa untuk menghadapinya,” katanya.

BACA JUGA  Agus Fatoni Siap Sukseskan PON, Elen Setiadi Siap Kendalikan Inflasi

Nana berharap ke depan, pengkaderan menghasilkan pemimpin yang kreatif dalam berinovasi dan makin maju.

“Serta dapat merumuskan gagasan untuk menghadapi tantangan tersebut,” jelas Nana. (HTM/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) berduka atas wafatnya Prof. Widagdo, Dipl.Inn.Arch., Guru Besar Emeritus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan salah seorang tokoh penting dalam perkembangan pendidikan desain interior…

1000 Peserta Diharapkan Ikuti Lomba Borobudur 100 untuk Bantu Penyandang Cerebral Palsy

AJANG olahraga lari Borobudur 100 tidak hanya menjadi ajang unjuk kebugaran, tetapi juga sarana untuk menggalang kepedulian sosial, guna mendukung kebutuhan medis dan harian anak-anak penyandang cerebral palsy. Project Director…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit