Organisasi Mahasiswa Berperan Penting dalam Menyiapkan Pemimpin Bangsa

PERAN organisasi mahasiswa sangat penting dalam menyiapkan kader pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu mereka harus didukung dan dibina.

“Kita berharap pengkaderan kepemimpinan Indonesia ini terus dilakukan dengan inovasi yang baik dan semakin maju,” kata Pj. Gubernur Nana Sudjana  saat saat membuka Munas Badan Pengelola Latihan (BPL) Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Aula Muria BPSDMD Jawa Tengah, Rabu, 26/6.

Pengkaderan tersebut dapat dilakukan melalui organisasi mahasiswa sebagaimana HMI. Dalam perjalanannya, kata Nana, HMI telah melahirkan tokoh-tokoh pemimpin yang berpengaruh dalam perkembangan bangsa Indonesia. Misalnya Nurcholis Madjid, Akbar Tandjung, Ridwan Saidi, dan lainnya.

“Kita harapkan melalui Munas BPL PB HMI ini dapat menggembleng calon pemimpin masa depan,” katanya.

BACA JUGA  Taj Yasin Pastikan Jelang Akhir 2025 Infrastruktur di Jateng Rampung 99 Persen

Sebab, pemimpin kedepan memiliki banyak tantangan, baik secara nasional, regional, maupun global.

Tantangan kedepan, menurut Nana, salah satunya adalah masalah perubahan iklim. Sebagai contoh pada  2023-2024 ini, perubahan iklim telah berdampak terhadap lingkungan hidup. Misalnya bencana kekeringan panjang, banjir, dan lainnya.

“Dalam waktu dekat juga akan ada pemilihan kepala daerah. Kemudian memanfaatkan bonus demografi  dan potensi Indonesia menjadi kekuatan perekonomian dunia,” katanya.

Tantangan ke depan juga berkaitan dengan geo-politik regional dan global.  Ia mencontohkan, perang Ukraina dengan Rusia dan Israel dengan Palestina telah berdampak bagi negara-negara lain.

“Kita harus mengikuti perkembangan Indonesia saat ini. Kita masih dihadapkan tantangan sosial, politik, dan ekonomi. Butuh peran mahasiswa untuk menghadapinya,” katanya.

BACA JUGA  Puluhan Game dan Program AI Karya Mahasiswa dan Dosen FTI UII Dipamerkan

Nana berharap ke depan, pengkaderan menghasilkan pemimpin yang kreatif dalam berinovasi dan makin maju.

“Serta dapat merumuskan gagasan untuk menghadapi tantangan tersebut,” jelas Nana. (HTM/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Tinjau Perlinsos Digital, Menkomdigi Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Bebas KKN

MENTERI Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau pelaksanaan uji coba (piloting) Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kabupaten Sleman, Kamis (13/8). Tujuannya untuk menguji keandalan data serta kecepatan infrastruktur…

Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

MINYAK goreng yang digunakan secara berulang bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan karena mengandung radikal bebas, asam lemak trans dan zat karsinogenik. Di tangan mahasiswa KKN PPM UGM, minyak jelantah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

  • August 13, 2026
JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

Tinjau Perlinsos Digital, Menkomdigi Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Bebas KKN

  • August 13, 2026
Tinjau Perlinsos Digital, Menkomdigi Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Bebas KKN

Pemprov Jabar Siaga Cegah Karhutla saat Kemarau

  • August 13, 2026
Pemprov Jabar Siaga Cegah Karhutla saat Kemarau

Bantu Mahasiswa Dapat Pengalaman,Telkomsel Luncurkan Virtual Virtuship

  • August 13, 2026
Bantu Mahasiswa Dapat Pengalaman,Telkomsel Luncurkan Virtual Virtuship

Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

  • August 13, 2026
Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

  • August 12, 2026
Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan