Pemprov Jabar Targetkan PAD Rp30,1 Triliun

Di tengah tantangan perlambatan ekonomi nasional dan global, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memasang target pendapatan daerah (PAD) sebesar Rp30,1 triliun. Target tersebut menjadi pijakan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, khususnya pada sektor-sektor pelayanan dasar masyarakat.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar, Asep Supriatna mengatakan target pendapatan itu telah disampaikan gubernur dan akan diarahkan untuk memperkuat sektor kesehatan, infrastruktur publik, pendidikan, pangan, lingkungan hingga perumahan.

“Kini Bapenda Jabar terus berkoordinasi dengan berbagai perangkat daerah guna merumuskan langkah strategis dalam mengamankan dan mengoptimalkan pendapatan daerah,” jelasnya.

Asep menambahkan, salah satunya dilakukan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar terkait pembahasan aset-aset strategis milik daerah, termasuk evaluasi ulang skema kerja sama pengelolaan aset dengan badan usaha. Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kinerja pendapatan daerah, termasuk perlambatan ekonomi global.

BACA JUGA  Pendapatan Pajak Daerah di Purwakarta Lampaui target

Koordinasi lintas organisasi

“Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk lebih adaptif dalam mencari solusi agar pendapatan tetap optimal pada tahun depan,” terangnya.

Menurut Asep koordinasi lintas organisasi perangkat daerah juga mencakup pembahasan investasi, serapan tenaga kerja serta sektor-sektor lain yang saling berkaitan. Meski masing-masing OPD memiliki tugas dan kewenangan berbeda, kinerja yang dilakukan dinilai saling memengaruhi.

“Bersama OPD lain kami membahas banyak hal, mulai dari investasi hingga serapan tenaga kerja. Semua memiliki pemahaman bahwa kinerja OPD saling terkait, meskipun secara teknis jalur dan tanggung jawabnya berbeda,” bebernya.

Stimulus dan dana transfer

Selain mengoptimalkan potensi daerah, Pemprov Jabar kata Asep, juga terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh stimulus dan dana transfer yang proporsional. Pembahasan tersebut termasuk menyikapi dinamika dana bagi hasil yang berpotensi mengalami penurunan hingga sekitar Rp600 miliar per tahun.

BACA JUGA  SPMB Jabar 2025 Berjalan Lancar, Server Sudah Stabil

Terkait realisasi pendapatan tahun berjalan, Asep menyebut proses pengumpulan dan evaluasi data masih berlangsung hingga akhir 2025. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memetakan tantangan yang dihadapi sepanjang tahun ini.

“Tahun 2025 penuh tantangan, tidak hanya bagi Jabar, tetapi juga hampir seluruh daerah. Pemerintah daerah harus menyesuaikan kebijakan fiskal dengan dinamika kebijakan nasional,” imbuhnya.

Asep juga menyinggung kondisi industri otomotif nasional yang tengah menghadapi tekanan, yang turut berpengaruh terhadap pendapatan daerah. Namun demikian, Bapenda Jabar tetap fokus beradaptasi dan mencari terobosan agar kinerja pendapatan daerah pada 2026 dapat tercapai secara maksimal. (zahra/N-01)

BACA JUGA  Siasati Efisiensi, Gubernur Jabar Imbau Pemkab Lakukan WFH

Dimitry Ramadan

Related Posts

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

LURAH Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berinisial RCS, ditetapkan menjadi tersangka kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) Kalurahan Condongcatur di dua tempat kejadian perkara. Dalam kasus penyalahgunaan tanah kas…

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dugaan kekerasan fisik dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak