RSUD di Aceh-Sumut Mulai Beroperasi, Listrik masih Terkendala

SEJUMLAH Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Aceh dan Sumatra Utara mulai kembali beroperasi pascabencana banjir dan tanah longsor. Namun, pemulihan layanan kesehatan masih menghadapi kendala serius, terutama keterbatasan pasokan listrik yang menyebabkan sejumlah layanan medis penting belum dapat difungsikan secara optimal.

Berdasarkan Laporan Situasi Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat per 15 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, RSUD Muda Sedia di Aceh Tamiang telah membuka layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, rawat jalan, serta kamar operasi.

Meski demikian, layanan Intensive Care Unit (ICU) dan hemodialisis belum dapat dijalankan karena kendala teknis, termasuk perbaikan instalasi air dan proses pengecekan alat kesehatan. Kondisi listrik dilaporkan relatif aman, namun sejumlah peralatan laboratorium mengalami kerusakan akibat bencana.

BACA JUGA  57% Penduduk Usia di Atas 3 Tahun Punya Masalah Gigi

Sementara itu, RSUD Sultan Abdul Azis Syah (SAAS) Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, mulai mengoperasikan layanan IGD dan beberapa poliklinik. Kendala utama yang dihadapi rumah sakit ini adalah pasokan listrik yang belum stabil sehingga masih bergantung pada genset dan ketersediaan bahan bakar. Selain itu, pasokan air bersih terbatas dan sebagian peralatan radiologi dilaporkan rusak.

Di Kota Langsa, RSUD Langsa telah mengaktifkan layanan IGD, rawat inap, serta layanan penunjang seperti ICU, NICU, dan ruang bedah. Namun, layanan hemodialisis dan radiologi belum dapat beroperasi akibat terhentinya aliran listrik PLN selama enam hari, sehingga sejumlah mesin belum bisa difungsikan.

RSUD di Aceh-Sumut beroperasi bertahap

Kondisi serupa terjadi di RSUD Zubir Mahmud, Aceh Timur. Layanan dasar seperti IGD, laboratorium klinik, dan rawat inap sudah berjalan. Namun, layanan hemodialisis dan radiologi masih terhenti karena pemadaman listrik PLN selama empat hari. Rumah sakit ini masih membutuhkan tambahan pasokan genset dan bahan bakar agar seluruh layanan dapat kembali normal.

BACA JUGA  Polresta Sidoarjo Gelar Salat Gaib dan Kirim Bantuan ke Sumatra

Selain persoalan listrik, keterbatasan air bersih juga menjadi kendala di sejumlah RSUD. Beberapa rumah sakit terpaksa membeli air bersih untuk menjaga operasional layanan dasar, sementara perbaikan instalasi air dan mesin pendukung masih terus dilakukan pascabencana.

Di Sumatra Utara, RSUD Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, tetap melayani pasien meski dengan fasilitas terbatas. Hingga 15 Desember 2025, ribuan pasien rawat jalan dilayani melalui tenda dan posko darurat, seiring perbaikan fasilitas utama rumah sakit yang masih berlangsung.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan seluruh rumah sakit yang sempat terdampak bencana di wilayah Sumatra kini telah kembali beroperasi secara bertahap. Pemerintah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat terdampak.

BACA JUGA  Sambut Hari Bakti Pemasyarakatan, Rutan Tarutung Gelar Baksos

“Pada 26 November lalu, terdapat 41 rumah sakit yang tidak dapat beroperasi akibat bencana. Alhamdulillah, hari ini 100 persen rumah sakit tersebut sudah mulai beroperasi kembali secara bertahap, dimulai dari layanan IGD dan ruang operasi,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kabinet paripurna, Senin (15/12).

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Agus Jamaludin mengatakan pemulihan layanan kesehatan pascabencana difokuskan pada layanan dasar  sembari mempercepat pemulihan sarana pendukung. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

POLSEK Ajibarang Polresta Banyumas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ajibarang bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petak 32 Perhutani Banyumas Barat, Desa Tipar Kidul, Kecamatan…

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

SRI SULTAN Hamengku Buwono X mengemukakan terpilihnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai tuan rumah Kongres XI World Union of Jesuit Alumni (WUJA) diharapkan dapat menjadi ruang batin bersama bagi para…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

  • July 30, 2026
Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

  • July 30, 2026
Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00