Mahasiswa UNY Ajarkan Cara Merawat Busana Kesenian

MAHASISWA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKN-M) di Padukuhan Kedon, Kalurahan Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul memberikan pengetahuan praktis bagaimana merawat busana untuk keperluan kesenian yakni busana Reog Wayang milik warga setempat.

Busana Reog Wayang ini menjadi inventaris kelompok kesenian Reog Wayang yang hidup dan dilestarikan oleh warga.

Untuk memberikan edukasi perawatan busana yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak digunakan sehari-hari, para mahasiswa ini menghadirkan pula narasumber yang memiliki keahlian merawat busana kesenian, Wahyu Depa Prakarsa.

Kepada warga pelestari kesenian, Wahyu menjelaskan busana tari, khususnya pada kesenian Reog Wayang, memiliki peran penting tidak hanya sebagai pelengkap pertunjukan, tetapi juga sebagai penegas karakter, identitas, dan nilai estetika dari tarian yang dibawakan. Oleh karena itu, pemahaman dan pemeliharaan busana tari menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Akan Berangkatkan 3.725 Mahasiswa untuk KKN

Sesuai karakter tari

“Busana tari harus dirawat dengan benar agar tetap layak pakai dan tidak kehilangan nilai artistiknya,” katanya di lokasi KKN, Senin. Menurut Wahyu, pemeliharaan meliputi cara membersihkan dan menyimpan agar tetap terus terjaga serta bagaimana memperbaiki busana jika ditemukan kerusakan.

Agar tidak cepat rusak selama disimpan, kata Wahyu, harus dijaga agar tidak mengalami kelembapan tinggi, selalu dijaga dan dibersihkan dari kotoran dan perawatan pembersihan pemeriksaan kembali setelah penggunaan.

Ia juga menambahkan bahwa penerapan busana tari yang tepat harus disesuaikan dengan karakter tari dan kebutuhan penari. Busana yang nyaman dan sesuai akan mendukung pergerakan penari sekaligus memperkuat makna pertunjukan yang disajikan kepada penonton.

Beri pendampingan

Kegiatan edukasi ini disambut antusias oleh karang taruna dan pelaku seni setempat. Selain mendapatkan materi secara teoritis, peserta juga diajak berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam merawat busana Reog Wayang yang selama ini digunakan dalam berbagai pementasan di lingkungan masyarakat.

BACA JUGA  Hajidah Mahasiswa UNY Juara Presentasi di ICKEA 2025 Jepang

Mahasiswa KKNM UNY yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Ahdanisa, Tafakur Rachman Sumpeno, Maulida Arista Nur Priyani, Arvina Damayanti, Roby Syahrul Mubarok, Tedjun Cahya Kartalumasih, Khoirunisa Wulandari, dan Radika Kamila Dewi. Mereka berperan aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pendampingan kegiatan bersama masyarakat.

Ketua KKN-M UNY Kedon, Ahdanisa, menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan seni tradisi di desa. Menurut dia, masih banyak kelompok seni yang memiliki keterbatasan pengetahuan terkait pemeliharaan busana, padahal busana merupakan aset penting dalam setiap pertunjukan.

Kelestarian budaya lokal

“Kami melihat busana Reog Wayang sering digunakan secara rutin, namun belum semuanya dirawat dengan metode yang tepat. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu masyarakat agar busana tetap terjaga kualitasnya, sehingga kesenian Reog Wayang bisa terus dilestarikan dan ditampilkan secara maksimal,” ujar Ahdanisa.

BACA JUGA  Mengolah Kulit Salak Jadi Wedang Herbal Bernilai Ekonomi

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Kedon, khususnya dalam menjaga kelestarian seni budaya lokal. Selain itu, mahasiswa KKNM UNY juga berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin dalam berbagai program pengabdian yang bermanfaat.

Melalui kegiatan edukasi pemeliharaan busana Reog Wayang ini, mahasiswa KKNM UNY tidak hanya berkontribusi dalam aspek pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga turut memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat warisan budaya sebagai identitas daerah yang bernilai tinggi. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Viral Ribuan Ikan Tembang Terdampar di Pantai Kolaka, Ini Kata BMKG

SEJUMLAH video yang memperlihatkan warga berbondong-bondong memunguti ribuan ikan tembang di bibir pantai viral di berbagai platform media sosial. Belakangan terungkap, fenomena tersebut terjadi di sepanjang Pantai Desa Ladahai-Tamborasi, Kecamatan…

Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku ke 24.609 SD dan SMP

KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendistribusikan 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu untuk 24.609 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

  • July 31, 2026
Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

  • July 31, 2026
Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

  • July 31, 2026
Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

  • July 31, 2026
Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

  • July 31, 2026
Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya

  • July 31, 2026
Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya