Mahasiswa UNY Ajarkan Cara Merawat Busana Kesenian

MAHASISWA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKN-M) di Padukuhan Kedon, Kalurahan Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul memberikan pengetahuan praktis bagaimana merawat busana untuk keperluan kesenian yakni busana Reog Wayang milik warga setempat.

Busana Reog Wayang ini menjadi inventaris kelompok kesenian Reog Wayang yang hidup dan dilestarikan oleh warga.

Untuk memberikan edukasi perawatan busana yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak digunakan sehari-hari, para mahasiswa ini menghadirkan pula narasumber yang memiliki keahlian merawat busana kesenian, Wahyu Depa Prakarsa.

Kepada warga pelestari kesenian, Wahyu menjelaskan busana tari, khususnya pada kesenian Reog Wayang, memiliki peran penting tidak hanya sebagai pelengkap pertunjukan, tetapi juga sebagai penegas karakter, identitas, dan nilai estetika dari tarian yang dibawakan. Oleh karena itu, pemahaman dan pemeliharaan busana tari menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

BACA JUGA  UNS Berangkatkan 1620 Mahasiswa untuk KKN di 7 Provinsi

Sesuai karakter tari

“Busana tari harus dirawat dengan benar agar tetap layak pakai dan tidak kehilangan nilai artistiknya,” katanya di lokasi KKN, Senin. Menurut Wahyu, pemeliharaan meliputi cara membersihkan dan menyimpan agar tetap terus terjaga serta bagaimana memperbaiki busana jika ditemukan kerusakan.

Agar tidak cepat rusak selama disimpan, kata Wahyu, harus dijaga agar tidak mengalami kelembapan tinggi, selalu dijaga dan dibersihkan dari kotoran dan perawatan pembersihan pemeriksaan kembali setelah penggunaan.

Ia juga menambahkan bahwa penerapan busana tari yang tepat harus disesuaikan dengan karakter tari dan kebutuhan penari. Busana yang nyaman dan sesuai akan mendukung pergerakan penari sekaligus memperkuat makna pertunjukan yang disajikan kepada penonton.

Beri pendampingan

Kegiatan edukasi ini disambut antusias oleh karang taruna dan pelaku seni setempat. Selain mendapatkan materi secara teoritis, peserta juga diajak berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam merawat busana Reog Wayang yang selama ini digunakan dalam berbagai pementasan di lingkungan masyarakat.

BACA JUGA  Mahasiswa UNY Ajak Warga Dadapan Buat Pupuk Cair dan Pestisida Alami

Mahasiswa KKNM UNY yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Ahdanisa, Tafakur Rachman Sumpeno, Maulida Arista Nur Priyani, Arvina Damayanti, Roby Syahrul Mubarok, Tedjun Cahya Kartalumasih, Khoirunisa Wulandari, dan Radika Kamila Dewi. Mereka berperan aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pendampingan kegiatan bersama masyarakat.

Ketua KKN-M UNY Kedon, Ahdanisa, menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan seni tradisi di desa. Menurut dia, masih banyak kelompok seni yang memiliki keterbatasan pengetahuan terkait pemeliharaan busana, padahal busana merupakan aset penting dalam setiap pertunjukan.

Kelestarian budaya lokal

“Kami melihat busana Reog Wayang sering digunakan secara rutin, namun belum semuanya dirawat dengan metode yang tepat. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu masyarakat agar busana tetap terjaga kualitasnya, sehingga kesenian Reog Wayang bisa terus dilestarikan dan ditampilkan secara maksimal,” ujar Ahdanisa.

BACA JUGA  Mahasiswa KKN Perkenalkan Rumput Gama Umami di Ngablak

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Kedon, khususnya dalam menjaga kelestarian seni budaya lokal. Selain itu, mahasiswa KKNM UNY juga berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin dalam berbagai program pengabdian yang bermanfaat.

Melalui kegiatan edukasi pemeliharaan busana Reog Wayang ini, mahasiswa KKNM UNY tidak hanya berkontribusi dalam aspek pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga turut memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat warisan budaya sebagai identitas daerah yang bernilai tinggi. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

BMKG Prediksi Sebagian Wilayah RI Diguyur Hujan Hari Ini

POTENSI hujan ringan hingga lebat diprediksi terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air. Hal itu karena adanya kombinasi dinamika atmosfer. Demikian diungkapkan prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)…

Jemaah Haji Makin Tenang Beribadah Pakai RoaMAX Haji Telkomsel

MENYAMBUT musim Haji 1447 H, Telkomsel menghadirkan dukungan konektivitas digital agar jemaah Indonesia dapat beribadah lebih tenang, tetap terhubung dengan keluarga, dan mendapat bantuan kapan pun dibutuhkan. Dukungan itu mencakup…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Iran Siap Kembali Berunding jika AS Setujui Proposal Baru

  • May 2, 2026
Iran Siap Kembali Berunding jika AS Setujui Proposal Baru

BPJPH Ajak LPPOM dan MUI Selalu Bersinergi

  • May 1, 2026
BPJPH Ajak LPPOM dan MUI Selalu Bersinergi

LPPOM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Syawal

  • May 1, 2026
LPPOM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Syawal

Menteri UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca

  • May 1, 2026
Menteri UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca

Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Grobogan

  • May 1, 2026
Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Grobogan

Hadiri May Day, Presiden Prabowo Janji Selesaikan RUU Ketenagakerjaan

  • May 1, 2026
Hadiri May Day, Presiden Prabowo Janji Selesaikan RUU Ketenagakerjaan