Menanti Solusi Nyata Atasi Perubahan Iklim

Seperti halnya kemarau, musim hujan adalah fenomena alam biasa. Ia merupakan bagian dari siklus ekologis yang telah berlangsung sejak jutaan tahun silam. Jika kemudian ia menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, itu salah satunya akibat ulah campur tangan manusia yang membuat intensitasnya kian ekstrem.

Di era antroposen, ketika tidak ada lagi sudut di dunia ini yang lepas dari jangkauan eksplorasi manusia, kondisi ekologis planet ini pun berubah. Laut dan sungai tak lagi jernih tercemar limbah industri, rimba kian nelangsa diterabas pembalak liar, udara penuh polutan yang berhembus dari cerobong pabrik dan knalpot kendaraan, bahkan hujan pun, konon katanya, kini mengandung mikroplastik.

BACA JUGA  Kemensos Gelontorkan Bantuan untuk Korban Banjir Grobogan

Kondisi degradasi lingkungan ini tentu saja membawa konsekuensi serius bagi kelangsungan makhluk hidup, terutama manusia. Bencana dan ragam penyakit merebak dimana-mana. Kendati ilmu pengetahuan dan teknologi kian canggih, di sisi lain kita kini dihadapkan pada ancaman kepunahan massal umat manusia dan makhluk hidup lainnya yang dipicu perilaku kita sendiri.

Sejumlah pemimpin negara, pengusaha, para aktivis, dan ahli lingkungan, pekan ini tengah berhimpun membahas persoalan krusial ini dalam sebuah konferensi tahunan (COP30) yang digelar di Kota Belem, Brasil. Ada beragam isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya upaya mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mencegah peningkatan suhu global, cara beradaptasi dengan perubahan iklim, serta meningkatkan ketahanan terhadap dampaknya yang semakin nyata.

BACA JUGA  Polda Jabar Kerahkan Anjing Pelacak K9 Cari Korban Longsor

Bencana

Upaya-upaya itu mendesak dilakukan. Kita, di Indonesia, telah merasakan sendiri kedahsyatan dampaknya, dari mulai banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kabupaten Sukabumi dan Garut, Jawa Barat, hingga longsor yang menelan puluhan korban jiwa di Cilacap dan Banjarnegara, Jawa Tengah. Meski berjarak puluhan ribu kilometer, berbagai peristiwa bencana yang terjadi di Tanah Air ini, semestinya juga bergema dalam pertemuan di Brasil dan menjadi fokus perhatian delegasi Indonesia yang hadir di sana.

Konferensi yang puncaknya berakhir hari ini, diharapkan menghasilkan keputusan konkret dan berkelanjutan untuk masa depan bumi dan generasi mendatang, bukan sekadar seremoni untuk mengumbar retorika dan janji yang terus diputar ulang setiap tahun.

BACA JUGA  Debat Pilgub Riau Dikritik tidak Sentuh Soal Lingkungan dan Kehutanan

Sudah saatnya pula orientasi pembangunan yang dilakukan di tiap negara, termasuk Indonesia, bersifat holistik dan memerhatikan aspek ekologis, bukan semata mengejar keuntungan ekonomi, apalagi demi kepentingan segelintir oligarki. (Adiyanto/N-1)

Adiyanto

Wartawan Mimbar Nusantara

Related Posts

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo membeberkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis terhadap jenazah SN, 38, warga negara India yang ditemukan tewas di ruang detensi Kantor…

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

KANTOR Imigrasi Yogyakarta di Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA (Yogyakarta International Airport) menggagalkan keberangkatan tiga orang yang diduga akan akan berangkat haji tanpa melalui prosedur resmi atau nonprosedural. Ketiga orang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

  • May 15, 2026
Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

  • May 15, 2026
Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

  • May 15, 2026
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

  • May 15, 2026
Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

  • May 15, 2026
Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

  • May 14, 2026
Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran