Polda Jabar Kerahkan Anjing Pelacak K9 Cari Korban Longsor

POLDA Jawa Barat menerjunkan unit anjing pelacak (K9) untuk mempercepat pencarian korban yang tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tim K9 dikerahkan untuk menyisir titik-titik rawan dan area yang diduga masih terdapat korban di bawah material longsoran. Kehadiran anjing pelacak diharapkan dapat membantu proses pencarian di tengah kondisi medan yang sulit, berlumpur, serta dipenuhi reruntuhan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan pengerahan unit K9 merupakan langkah strategis untuk mendukung kerja tim gabungan di lapangan.

“Polda menerjunkan anjing pelacak K9 untuk membantu mendeteksi keberadaan korban yang masih tertimbun material longsor. Upaya ini dilakukan agar proses pencarian dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan aman bagi seluruh petugas,” ujar Hendra, Kamis (29/1).

BACA JUGA  Korban Longsor Majenang Bertambah Jadi 13 Orang

Selain unit K9, Polda Jabar juga mengerahkan personel dari berbagai satuan, termasuk Brimob, tim medis, dan relawan. Seluruh personel diminta mengutamakan keselamatan, baik bagi petugas maupun masyarakat.

“Kami mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi bencana karena masih berpotensi terjadi longsor susulan,” katanya.

Polda Jabar bersama TNI, pemerintah daerah, dan relawan terus berupaya memberikan bantuan terbaik bagi korban dan keluarga terdampak serta memastikan proses pencarian dilakukan hingga seluruh korban ditemukan.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan para pengungsi akan dipindahkan dari Kantor Desa Pasirlangu ke hunian sementara.

Terdapat dua opsi yang disiapkan bagi pengungsi. Pertama, menempati hunian sementara yang dibangun pemerintah. Kedua, mencari hunian secara mandiri dengan mendapatkan dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 per kepala keluarga per bulan.

BACA JUGA  Bencana Longsor di Bali Tewaskan Delapan Orang

“Pengungsi direncanakan menempati hunian sementara selama tiga bulan, sejak Januari hingga Maret 2026. Jika hingga Maret hunian tetap belum selesai dibangun, masa tinggal akan diperpanjang,” ujar Suharyanto.

Berdasarkan data sementara, terdapat 48 rumah yang terdampak langsung longsor. Rumah-rumah tersebut akan dibangun kembali di lokasi baru yang dinilai lebih aman dari ancaman bencana. Jumlah tersebut masih dimungkinkan bertambah seiring proses pendataan yang sedang berlangsung. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

OTT Bupati Pemalang Disebut Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut penangkapan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam operasi tangkap tangan (OTT) karena dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.…

Korban Gempa Jepang Terus Bertambah

KORBAN jiwa dalam bencana gempa di Jepang terus bertambah. Hal itu karena belum semua gedung atau rumah-rumah yang roboh dibersihkan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Rabu, menyampaikan korban meninggal dunia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

  • July 29, 2026
Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

  • July 29, 2026
Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

  • July 29, 2026
Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

  • July 29, 2026
Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

  • July 29, 2026
Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

OTT Bupati Pemalang Disebut Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

  • July 29, 2026
OTT Bupati Pemalang Disebut  Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan