544 Orang Indonesia Meninggal Dunia akibat DBD Sepanjang 2025

DEMAM berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang mematikan di Tanah Air. Ironisnya, penyakit menular itu hampir terjadi saban tahun dan setiap musim hujan.

Diungkapkan Plt Dirjen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Murti Utami, pihaknya mencatat sejak Januari hingga akhir Oktober 2025 ada sebanyak 131.393 kasus dengan 544 kematian akibat DBD. Indonesia bahkan tercatat menjadi penyumbang sekitar 7 persen dari kasus DBD global.

“Sangat memprihatinkan memang,” kata Murti utami dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (5/11).

Ia menambahkan daerah terbanyak DBD yakni Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta, yang padat penduduk. Kabar gembiranya, kata dia, angka kejadian dan kematian akibat DBD di Indonesia cenderung menurun.

BACA JUGA  Pencapaian Program Wolbachia di Kota Bandung Tertinggi di Indonesia

“Kalau kita bandingkan 2024 memang terjadi penurunan yg cukup signifikan hampir 50 persen,” ungkap dia.

Salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan demam berdarah dengue adalah sifat penyakitnya yang sering tidak menunjukkan gejala spesifik di awal infeksi.

Gejala awalnya sering mirip dengan flu biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan ruam. Namun, dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat berkembang menjadi dengue hemorrhagic fever (DHF) atau dengue shock syndrome (DSS), yang keduanya dapat berakibat fatal. (*/N-01)

BACA JUGA  Kemenkes Tinjau Kesiapan UIN Sunan Kalijaga Buka FK

Dimitry Ramadan

Related Posts

Begini Cara Aman Menikmati Kecap Menurut Ahli Gizi

BEBERAPA waktu lalu Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memposting soal kecap di akun Instagram-nya terkait dengan kecap. Dalam postingan itu, Menkes menyatakan keterkejutannya dengan tingginya kadar natrium di dalam…

Menekan Angka Kematian Ibu Lewat Deteksi Dini Sebelum Kehamilan

ANGKA Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan nasional. Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, AKI tercatat sebesar 144 per 100.000 kelahiran hidup. Meski…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lolos dari Hadangan Kongo, Inggris Ditunggu Meksiko di Babak 16 Besar

  • July 2, 2026
Lolos dari Hadangan Kongo, Inggris Ditunggu Meksiko di Babak 16 Besar

Waktu Pelatihan SPPI KDKMP Dipangkas dan Fokus ke Manajerial

  • July 2, 2026
Waktu Pelatihan SPPI KDKMP Dipangkas dan Fokus ke Manajerial

PON 2028 Bakal Digelar di Tiga Provinsi

  • July 2, 2026
PON 2028 Bakal Digelar di Tiga Provinsi

Juarai AVC Men’s Cup, Timnas Voli Diharap Terus Tingkatkan Prestasi

  • July 2, 2026
Juarai AVC Men’s Cup, Timnas Voli Diharap Terus Tingkatkan Prestasi

Belanda Tersingkir di Fase Gugur, Koeman Pilih Mundur

  • July 1, 2026
Belanda Tersingkir di Fase Gugur, Koeman Pilih Mundur

Rayakan Hari Bhayangkara, Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri

  • July 1, 2026
Rayakan Hari Bhayangkara, Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri