
VISA H-1B merupakan salah satu jenis visa kerja non-imigran yang paling banyak diminati tenaga kerja asing untuk berkarier di Amerika Serikat. Visa ini diperuntukkan bagi pekerja dengan keahlian khusus atau specialty occupation, terutama di bidang teknologi, sains, kesehatan, dan profesi profesional lainnya.
Jenis visa ini umumnya digunakan oleh insinyur perangkat lunak, profesional IT, peneliti, dokter, arsitek, hingga akuntan yang membutuhkan kualifikasi pendidikan minimal sarjana.
Visa H-1B berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang hingga maksimal enam tahun. Namun, untuk mendapatkannya tidak mudah. Pemohon harus memiliki perusahaan di AS yang menjadi sponsor, karena visa ini hanya bisa diajukan melalui pemberi kerja.
Setiap tahun, pemerintah AS membatasi penerbitan visa H-1B sekitar 65.000 kuota, ditambah 20.000 kuota khusus untuk lulusan pascasarjana dari universitas di AS. Karena jumlah peminat yang sangat tinggi, proses seleksi dilakukan melalui sistem undian (lottery).
Visa ini banyak digunakan oleh perusahaan teknologi besar seperti Google, Microsoft, Amazon, dan Meta untuk merekrut talenta asing. Keberadaannya dianggap strategis dalam menjaga daya saing industri teknologi AS di tengah ketatnya persaingan global. (*/S-01)









