Jual Aset Desa Rp1,4 Miliar, Mantan Dukuh Candirejo Ditahan

KEJAKSAAN Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta menahan mantan Dukuh Candirejo, Kalurahan Tegaltirto, Berbah, Sleman, berinisial Sa. Penahanan dilakukan pada Kamis (11/9) setelah penyidik memperoleh dua alat bukti kuat terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati DIY, Herwatan, menjelaskan Sa menjabat sebagai Dukuh Candirejo pada periode 2002–2020. Ia diduga terlibat dalam penjualan sebagian Tanah Kas Desa (TKD) Persil Nomor 108 Candirejo.

“Pada kegiatan inventarisasi tahun 2010, tersangka Sa dilibatkan sebagai anggota Tim Inventarisasi Kring Candirejo,” ujar Herwatan, Jumat (12/9).

Dalam aksinya, Sa bekerja sama dengan TB, yang saat itu menjabat sebagai Carik Kalurahan Tegaltirto, dan SN selaku Lurah Tegaltirto. Mereka menghilangkan aset TKD Persil 108 seluas 6.650 meter persegi yang terletak di Dusun Candirejo dengan alasan lahan tersebut sering kebanjiran, sehingga dicoret dari data inventarisasi.

BACA JUGA  Wisatawan asal Kalimantan Selatan Tertinggi Belanja di Sleman

Tanah itu kemudian dimanfaatkan untuk proses turun waris dan konversi waris, sebelum akhirnya dijual kepada Yayasan Yeremia Pemenang di Jakarta Barat. Dari transaksi tersebut, terbit sertifikat SHM No. 2883 seluas 1.747 m² yang dijual Rp1,1 miliar dan SHM No. 5000 senilai Rp300 juta.

Akibat perbuatan tersangka, negara dalam hal ini Pemerintah Kalurahan Tegaltirto mengalami kerugian Rp733.084.739, sesuai hasil audit Inspektorat Provinsi DIY No. X.700/56/PM/2025 tanggal 23 Mei 2025.

Perbuatan Sa dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. Subsider, ia juga disangkakan melanggar Pasal 3 UU Tipikor.

BACA JUGA  Bupati Minta Guru Awasi Penyalahgunaan Medsos oleh Anak Murid

“Untuk mencegah tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya, Kejaksaan menahan Sa selama 20 hari di Lapas Kelas II Yogyakarta. Masa penahanan berlangsung hingga 30 September dan dapat diperpanjang,” tegas Herwatan. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemprov Jabar Bangun 21 Unit Rumah untuk Warga Terdampak Bencana di Majalengka

PEMERINTAH Provinsi  Jawa Barat kembali menggelar Kegiatan Abdi Nagri Menyulam Hari-Ngaprak Lembur 3. Kegiatan Abdi Nagri kali ini dilaksanakan pada Jumat (6/11) lalu di Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.…

BMKG Prediksi Hujan Lebat Berpotensi masih Terjadi di Jabar hingga 15 November

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang masih mengintai sejumlah wilayah Jawa Barat (Jabar) pada 9 hingga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persib Bandung Tersandung di Semarang, Bali United Berpesta di Gianyar

  • November 8, 2026

Skandal Penyadapan, Intervensi Politik, dan Ancaman pada Integritas Pemilu

  • November 8, 2026
Skandal Penyadapan, Intervensi Politik, dan Ancaman pada Integritas Pemilu

Pemprov Jabar Bangun 21 Unit Rumah untuk Warga Terdampak Bencana di Majalengka

  • November 8, 2026
Pemprov Jabar Bangun 21 Unit Rumah untuk Warga Terdampak Bencana di Majalengka

BMKG Prediksi Hujan Lebat Berpotensi masih Terjadi di Jabar hingga 15 November

  • November 8, 2026
BMKG Prediksi Hujan Lebat  Berpotensi masih Terjadi di Jabar hingga 15 November

Persib Ikut Berduka atas Berpulangnya Bobotoh Asal Bogor, Roby Kurniawan

  • November 8, 2026
Persib Ikut Berduka atas Berpulangnya Bobotoh Asal Bogor, Roby Kurniawan

Polda DIY Amankan 140 Botol Miras dan 124,4 Gram Tembakau Sintetis dalam KRYD

  • November 8, 2026
Polda DIY Amankan 140 Botol Miras dan 124,4 Gram Tembakau Sintetis dalam KRYD