Kronologi Sengketa Blok Ambalat dan Penyelesaiannya

SENGKETA Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia adalah salah satu isu perbatasan maritim paling menonjol di kawasan Asia Tenggara sejak awal 2000-an.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan keinginan Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan sengketa Blok Ambalat secara damai dan melalui iktikad baik bersama Malaysia.

“Ya kita cari penyelesaian yang baik, yang damai, ada iktikad baik dari dua pihak. Kita jangan, biasalah ada mungkin. Intinya kita mau penyelesaian yang baik,” ujar Prabowo usai menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di ITB, Bandung, Kamis (7/8).

Berikut kronologinya:

1. Latar Belakang Geografis

  • Lokasi: Blok Ambalat terletak di Laut Sulawesi, di sebelah timur laut Pulau Kalimantan (dekat perbatasan perairan Kalimantan Utara–Sabah).
  • Potensi: Kawasan ini diperkirakan kaya minyak dan gas bumi.
  • Status: Wilayah laut ini masuk zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia berdasarkan peta resmi RI, tetapi Malaysia mengklaim sebagian wilayahnya.
BACA JUGA  Indonesia Punya Rencana Pencegahan dan Pengendalian Kanker

2. Awal Mula Perselisihan

  • 1990-an: Indonesia melalui Pertamina sudah memberi konsesi eksplorasi migas di Blok Ambalat kepada perusahaan asing.
  • 2002: Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan kasus Pulau Sipadan dan Ligitan dimenangkan oleh Malaysia.
    • Putusan ini hanya menyangkut dua pulau kecil, bukan garis batas ZEE.
    • Namun, setelah kemenangan itu, Malaysia mulai memperluas klaim maritimnya ke wilayah laut di sekitar Sipadan–Ligitan, termasuk ke arah Blok Ambalat.
  • 2005: Malaysia memberi izin eksplorasi migas kepada Shell di wilayah yang menurut Indonesia termasuk Blok Ambalat. Inilah pemicu ketegangan serius.

3. Ketegangan Militer dan Diplomasi

  • 2005–2009:
    • Kapal perang dan kapal patroli kedua negara beberapa kali berhadapan langsung di perairan Ambalat.
    • Beberapa insiden nyaris bentrok senjata, namun kedua pihak menahan diri.
  • Sikap Indonesia: Menegaskan Blok Ambalat berada dalam wilayah ZEE RI sesuai UNCLOS 1982.
  • Sikap Malaysia: Mengacu pada peta baru (1979) yang mereka buat sendiri, yang memasukkan sebagian perairan Ambalat ke dalam wilayah Malaysia.
BACA JUGA  Timnas Voli U-16 Indonesia Segel Tiket ke Kejuaraan Asia

4. Aspek Hukum Internasional

  • UNCLOS 1982 (Konvensi PBB tentang Hukum Laut) menjadi rujukan utama.
    • Batas ZEE ditarik 200 mil laut dari garis pangkal pantai.
    • Dalam kasus Ambalat, garis batas ini masih harus ditentukan melalui perundingan karena jarak antara Kalimantan dan Sabah tidak sampai 400 mil laut.
  • Belum ada delimitasi resmi garis batas ZEE antara Indonesia–Malaysia di Laut Sulawesi, sehingga rawan tumpang tindih klaim.

5. Upaya Penyelesaian

  • Perundingan bilateral: Sudah dilakukan berkali-kali sejak 2005, namun belum menghasilkan kesepakatan final soal batas ZEE.
  • Penguatan pengawasan: Indonesia meningkatkan patroli TNI AL dan Bakamla di wilayah tersebut.
  • Pendekatan damai: Kedua negara berkomitmen menyelesaikan lewat jalur diplomasi, menghindari eskalasi militer.
BACA JUGA  Timnas Indonesia U-20 Ditahan Malaysia di Laga Pertama

6. Kondisi Terkini

  • Sengketa belum sepenuhnya selesai, tetapi tensinya menurun.
  • Kegiatan patroli bersama, koordinasi maritim, dan forum perbatasan terus dijalankan untuk mencegah gesekan.
  • Isu ini sensitif karena terkait kedaulatan wilayah sekaligus kepentingan energi. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ini Ultimatum Anthony Hudson, Target Thailand Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih tim nasional Thailand, Anthony Hudson, menegaskan ambisi timnya untuk menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Setelah menempuh perjalanan panjang dan tiba di Indonesia pada Rabu (23/9) petang, Thailand langsung memusatkan…

Timnas Vietnam Bermodal Gelar Regional Hadapi Gelaran FIFA ASEAN Cup 2026

Tim nasional Vietnam tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (23/9/2026), sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandung dengan bus untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Perjalanan darat dari Jakarta menuju Bandung diperkirakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks