BUMD Jateng Berkomitmen Wujudkan Swasembada Garam

BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jateng PT SPJT secara rutin menyerap produksi garam dari petambak lokal Kabupaten Pati untuk memenuhi produksi. Total potensi serapan mencapai 30.000 ton per tahun.

Sekretaris Daerah Pemprov Jateng, Sumarno, mengatakan, Pati menjadi daerah penghasil garam terbesar kedua di Indonesia setelah Madura. Jumlahnya mencapai 150 ribu ton per tahun. Namun kualitas yang biasa atau tak memenuhi stabdar Natrium Klorida (NAcl) untuk garam industri.

Guna meningkatkan NaCl maka garam dari petani perlu dioleh lagi oleh pabrik, sehingga sesuai standar yang dibutuhkan industri. Garam sangat dibutuhkan banyak industri, seperti pakan ternak, kosmetik, farmasi dan tekstil.

Pabrik Gatam Industri SPJT menerima garam krosok dari petani dan mengolahnya, sehingga kadar NaCl minimum 97%.

BACA JUGA  KIT Batang Bertransformasi Menjadi KEK Dalam Waktu Dekat

“Pabrik garam industri SPJT ini bagian dari hilirisasi pengolahan garam. Meningkatkan nilai tambah, peningkatan suplai kebutuhan dan petambak garam menikmati hasil,” kata Sumarno usai peresmian operasional pabrik garam Industri PT SPJT di desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Selasa 24/6.

Lakukan edukasi

Melihat tingginya produksi garam di Pati, Pemprov mendorong edukasi pada petambak agar terus meningkatkan kualitas hasil produksinya. Peningkatan Nacl bakal memudahkan keterserapan garam ke industti lainnya, seperti komestik dengan persentase mencapai 99%.

Hal lain yang ia tekankan, adanya pabrik garam industri SPJT maka akan ikut menjaga stabilitas harga garam hinggal level petambak. “Salah satu yang diharapkan adalah kepastian harga,” ujarnya.

Dirut PT SPJT, Untung Juanto, mengatakan, saat ini kebutuhan garam di tingkat nasional mencapai 4,9 juta ton setahun. Namun produksi baru terpenuhi 2,04 juta ton. Maka sisanya harus dipenuhi dari keran impor. Untuk mengurangi impor dan mewujudkan swasmbada pangan nasional sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025, Pemprov ikut meningkatkan produksi garam.

BACA JUGA  Bukan Kartini, Suara Perempuan Kini

“Kapasitas produksi 25 ribu ton per tahun atau 2 ribu ton per bulan. Kadar NaCl 97 persen dan kadar air 0,5 persen. Pabrik garam Pati berpotensi menyerap 30 ribu ton dan yang diserap 100 persen dari petambak lokal di Pati,” kata Untung.

Swakelola

Pembangunan pabrik dilakukan secara swakelola oleh PT SPJT Konstruksi. Untuk mensin, lanjutnya, diproduksi perusahaan anak bangsa. Sementara bahan bakar menggunakan gas cng diproduksi JPEN guna mendukung industri hijau dan produksi dalam negeri.

Terkait pemasaran hasil priduksi, PT SPJT telah menggandeng 21 perusahaan. Masing-masing menyatakan minat dan total kebutuhan 21 perusahaan mencapai 1.500 ton per bulan.

Salah satu petambak asal Batangan, Joko Senawi, mengaku senang dengan hadirnya pabrik garam industri SPJT. Alasannya, lebih mudah menjual garam dan harga stabil 1.600 per kg nya. Dalam setahun atau 6 bulan musim panas, ia bisa memproduksi 130 ton dengan kadar NaCl 94 persen. “Ya senang, harganya tinggi dan stabil,” katanya. (Htm/N-01)

BACA JUGA  Gubernur Jateng Gandeng 44 Perguruan Tinggi Bangun Daerah

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

PEMERINTAH Daerah (Pemda) DIY menyerahkan 2.000-an sertipikat Tanah Kasultanan atau Sultan Ground (SG) dan Tanah Kadipaten atau Pakualaman Ground (PAG) kepada Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman. Sekretaris Daerah DIY, Ni…

Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menutup operasional PT Mas Putih Belitung yang mengelola tambang di Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang pada Selasa (15/9/2026). Penutupan ditandai dengan pemasangan Satpol PP Line…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DIY Bersinergi dengan Kejati

  • September 16, 2026
Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DIY Bersinergi dengan Kejati

Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

  • September 16, 2026
Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

Persib Bawa Pulang Tiga Poin dari Korsel Usai Tundukan FC Seoul

  • September 16, 2026
Persib Bawa Pulang Tiga Poin dari Korsel Usai Tundukan FC Seoul

Dewa United Permalukan Borneo FC di Samarinda

  • September 16, 2026
Dewa United Permalukan Borneo FC di Samarinda

Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

  • September 16, 2026
Pemprov Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

UGM Raih Peringkat Ketiga UI GreenMetric Indonesia 2026

  • September 16, 2026
UGM Raih Peringkat Ketiga UI GreenMetric Indonesia 2026