Komisi C DPRD Jateng Dorong BUMD Bantu Tangani Kemiskinan di Kebumen

KABUPATEN Kebumen dinilai perlu mendapat perhatian khusus dalam hal penanganan kemiskinan. Untuk itu Komisi C DPRD Jateng mencoba mendorong BUMD supaya memaksimalkan CSR atau dana pertanggungjawaban sosial dengan membantu pemerintah daerah mengurangi angka kemiskinan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi C Bambang Haryanto Baharudin kepada Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Sebagai komisi yang membidangi masalah perekonomian, pihaknya berharap Bank Jateng maupun BUMD milik Pemprov Jateng lainnya turut berkontribusi untuk Kebumen.

Pertemuan Komisi C dan Pemkab Kebumen tersebut memang untuk memonitoring upaya pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan. Sekretaris Komisi C Anton Lami Suhadi menambahkan bahwa penanganan kemiskinan membutuhkan dukungan dari pusat sampai provinsi. Dukungan itu juga turut diimbangi dengan keakurasian data supaya nanti penanganannya tepat sasaran.

Tolok ukur

“Masalah pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan harus diutamakan. Salah satu contoh meningkatnya pendidikan bisa menjadi tolok ukur meningkatnya SDM dari jumlah yang ada di Kebumen melihat masih sebesar 30,72% baru tamatan SD sederajat. Tamat SLTA sedeajat baru mencapai 11.92 %. Melalui data tersebut harus didukung strategi pembiayaan yang tepat supaya Kebumen bisa turun angka kemiskinan,” ujarnya.

BACA JUGA  KPK Tangkap Wali Kota Madiun Bersama Beberapa ASN dan Swasta

Anggota Komisi C lainnya, Dwi Yasmanto menyoroti mengenai alokasi dana desa. Melalui dana desa tersebut kata dia bisa dikelola dalam penanganan kemiskinan. Dicontohkan bagaimana dana itu bisa untuk program peningkatan protein telur ayam ras atau kampung.

“Masyarakat yang punya ayam ras didorong dapat memberikan pakan yang bergizi, seperti tepung kulit ari biji kedelai fermentasi. Dukungan dari dana desa bisa mengoptimalkan program tersebut,” ucap Yayan-sapaan akrabnya.

Ubah pola pikir

Sementara itu, Bambang Haryanto menegaskan kembali bahwa pemerintah harus kerja ekstra keras, tidak saja pada program namun juga upaya mengubah pola pikir masyarakat.

“Saya sebenarnya tidak sepakat dengan labelisasi daerah miskin. Dari BPS sudah menyebutnya seperti itu. Baiknya diganti istilah daerah masih berkembang. Serta dalam data kemiskinan memang perlu segera memutakhirkan data,” ucapnya.

BACA JUGA  Sri Sultan Lantik Widayat Joko Priyanto Sebagai Dirut Taru Martani

Tugas pemerintah, lanjut Bambang, adalah memberi bantuan yang tepat sasaran. Evaluasi selama ini masih banyak masyarakat yang seharusnya tidak berhak namun realisasinya mendapatkan bantuan.

“BLT kemarin itu perlu dievaluasi. Secara tidak langsung membuat masyarakat mengantungkan bantuan blt tersebut. Alangkah lebih baik dana blt atau dana desa dijadikan permodalan untuk mengembalikan BUMD desa setempat,” jelasnya

Fluktuatif

Dalam penjelasannya Bupati Lilis Nuryani mengemukakan selama 2015 – 2024 sebenarnya pertumbuhan ekonomi Kebumen cenderung fluktuatif. Berbagai strategi dan upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi terbukti membuahkan hasil hingga pada 2021. Saat itu perekonomian Kebumen tumbuh positif sebesar 3,71 persen, dan kembali mencatat pertumbuhan positif pada 2022 sebesar 5,79%.

Untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kebumen cenderung fluktuatif. Pada periode 2015–2018, TPT Kebumen cenderung meningkat hingga sekitar 5 persen.

BACA JUGA  Pemimpin Harus Berinovasi Tuntaskan Kemiskinan

“Sempat menurun pada 2019, tetapi pandemi Covid-19 yang memukul perekonomian mengakibatkan TPT Kebumen kembali meningkat menjadi sekitar 6 persen pada 2020,” jelas Bupati Lilis Nuryani.

Untuk menindaklanjuti kami melakukan pemutakhiran data untuk menanggulangi kemiskinan supaya tepat sasaran. Dukungan Pemerintah Kabupaten Kebumen terhadap usaha mikro melalui program subsidi bunga yang bertujuan memfasilitasi pelaku usaha mikro guna mendapatkan akses permodalan dari lembaga keuangan/perbankan serta menjaga agar sektor usaha mikro tetap dapat bertahan dan berkembang diperlukan keberpihakan.

“Pemerintah Daerah kepada pelaku usaha mikro yang berorientasi kepada pengembangan usaha yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,” jelas Bupati. (Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

BANDARA Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo mencatatkan prestasi perdana di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan meraih penghargaan World Safety Organization Indonesia Safety Culture (WISCA) 2026. Bandara di bawah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara