
HEATSTROKE atau serangan panas adalah kondisi yang sangat perlu diwaspadai, terutama saat pelaksanaan wukuf di Arafah, puncak pelaksanaan haji.
Apa itu Heatstroke?
Heatstroke adalah kondisi darurat medis ketika suhu tubuh naik drastis (di atas 40°C) karena paparan panas berlebih, dan tubuh tidak mampu mendinginkan diri. Tanpa penanganan cepat, heatstroke bisa menyebabkan kerusakan organ vital hingga kematian.
Mengapa Berisiko Saat Wukuf di Arafah?
- Cuaca sangat panas
Suhu di Arafah saat musim haji bisa mencapai 45°C atau lebih. - Lama terpapar matahari
Jamaah berada di luar ruangan selama berjam-jam. - Kondisi fisik lelah dan dehidrasi
Aktivitas fisik selama ibadah dan kurang cairan meningkatkan risiko.
Gejala:
- Demam tinggi (tubuh sangat panas, > 40°C)
- Kulit kering dan merah (tidak berkeringat)
- Sakit kepala hebat
- Mual, muntah
- Kebingungan, linglung
- Denyut jantung cepat
- Pingsan
Cara Mencegah Saat Wukuf:
- Minum air yang cukup
Jangan tunggu haus. Bawa botol air selalu. - Gunakan payung/topi lebar dan pakaian longgar
Lindungi diri dari sinar matahari langsung. - Istirahat di tempat teduh
Hindari aktivitas fisik berat saat siang hari. - Gunakan semprotan air atau handuk basah
Untuk membantu mendinginkan tubuh. - Kenali gejala awal dan segera cari bantuan medis
Jika merasa pusing, mual, atau panas berlebih.
Penanganan Awal:
- Bawa ke tempat sejuk/ber-AC
- Kompres tubuh dengan air dingin
- Longgarkan pakaian
- Segera cari bantuan medis
Heatstroke adalah kondisi serius yang bisa terjadi saat wukuf di Arafah karena suhu ekstrem. Jamaah haji perlu waspada dan mengambil langkah pencegahan agar tetap sehat dan aman selama menjalankan ibadah. (*/S-01)








