Waduh! 7.382 Pasutri di Kota Tasikmalaya belum Punya Buku Nikah

SEBANYAK 7.382 pasangan suami istri di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat masih belum miliki buku nikah. Kebanyakan dari mereka memang berasal dari warga kurang mampu.

Untuk itu Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Pengadilan Agama dan Kementerian Agama menggelar nikah massal gratis yang diikuti 132 orang pasangan pengantin.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, nikah terpadu yang dilakukan secara massal itu merupakan bentuk pelayanan terutama kepada masyarakat kurang mampu.

“Di Kota Tasikmalaya memang tercatat ada 7.382 pasangan suami istri masih belum memiliki catatan administrasi pernikahan atau buku nikah dan sekarang Pengadilan Agama, Kementrian Agama bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil secara bertahap melakukan sidang isbat nikah,” katanya, Kamis (22/5/2025).

BACA JUGA  Perkuat Layanan di Priangan Timur, IOH Buka 3Store di Tasikmalaya

Verifikasi dokumen

Ia mengatakan, pihaknya berharap dengan adanya program sidang isbat nikah massal gratis itu ke depan bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat tidak mampu. Karena, peningkatan ekonomi ini didasari tertibnya administrasi supaya mereka dapat melengkapi dokumen.

“Sidang isbat nikah terpadu yang dilakukan secara massal bagi pasangan pengantin semula tercatat 400 peserta dan setelah dilakukan verifikasi dokumen hanya 132 orang lolos memenuhi syarat seperti memiliki surat nikah agama, KTP. Namun, peserta yang tak lolos tidak melengkapi surat nikah termasuk surat cerai tidak ada,” ujarnya.

Akta kelahiran

Dok.ist

Sementara itu, pasangan pengantin, Aden Nurhalim, 54, dan Dodoh Holopah, 43, warga Kampung Sindangkasih, Kecamatan Tamansari Purbaratu, mengatakan, sidang isbat nikah massal terpadu yang dilakukan secara gratis ini sangat senang. Ia mengaku awalnya menikah secara agama lantaran tidak ada biaya. Akibatnya proses pembuatan akta kelahiran bagi anaknya susah didapat.

BACA JUGA  Paslon Nomor Urut 3 dan 1 Siap Gugat PSU Tasikmalaya ke MK

“Kami menikah agama hingga memiliki tiga anak dan alhamdullilah adanya sidang isbat nikah saat ini resmi sudah tercatat di negara dengan memiliki buku nikah hingga dokumen akan diselesaikan termasuknya mengganti KTP. Karena, memang nikah agama mengalami kesulitan jika anak kami besar dan masuk sekolah mungkin akan menjadi persoalan,” pungkasnya (YY/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

POLDA Jawa Tengah terus mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam Operasi Patuh Candi 2026 untuk mencegah kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. Upaya tersebut diwujudkan…

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti dilema dan ketidakadilan yang dihadapi insan pers di tengah perkembangan media sosial. Di satu sisi, jurnalis dituntut menjunjung tinggi etika, kebenaran, dan independensi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

  • October 29, 2026
Silmy Karim Didakwa  Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

  • October 29, 2026
Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

  • October 29, 2026
Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

  • October 29, 2026
Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue