Guru Besar FK Unpad Minta Presiden Prabowo Evaluasi Menkes

GURU Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), meminta Presiden Prabowo Subianto agar mengevaluasi kinerja Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Hal itu berkenaan dengan beberapa kebijakannya, seperti pengelolaan pendidikan tenaga medis tanpa melibatkan universitas.

Setidaknya ada sekitar 100 Guru Besar FK Unpad dan staf pengajar yang menyampaikan sikapnya.

“Menkes secara ekspansif mengambil alih fungsi desain dan pengelolaan pendidikan tenaga medis, termasuk pembentukan kolegium versi pemerintah tanpa partisipasi organisasi profesi dan universitas,” beber Prof Dr Endang Sutedja, salah satu Guru Besar FK Unpad saat membacakan maklumat di depan Gedung Koeswadji FK Unpad, Jalan Prof. Eyckman Bandung.

Kompetensi profesi

Para Guru Besar juga merasa tak setuju dengan penyederhanaan jalur kompetensi profesi medis yang kini disebut terlalu singkat. Termasuk soal adanya kemudahan kelulusan melalui program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit (RSPPU). Dan Maklumat Padjadjaran sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Kemenkes yang dinilai melewati batas kewenangan.

BACA JUGA  Universitas Muhammadiyah Surakarta Tambah Dua Guru Besar

Dalam maklumat yang dibacakan langsung oleh Dekan FK Unpad, Prof. Yudi Mulyana Hidayat, bersama tiga guru besar lainnya yakni Prof. Endang  Sutedja, Prof. Johanes Cornelius Mose dan Prof. Yoni Fuadah Syukriani. Para akademisi mengecam berbagai kebijakan sepihak Menkes Budi Gunadi Sadikin, khususnya terkait penerapan program Pendidikan.

Otonomi ilmiah

Menurut Endang, setelah UU No. 17 Tahun 2023 diberlakukan, Menkes dinilai mengambil alih desain dan pengelolaan pendidikan dokter secara sepihak. Tanpa melibatkan organisasi profesi maupun universitas, Kemenkes membentuk kolegium versi pemerintah dan menyederhanakan kompetensi profesi melalui pelatihan teknis singkat.

“Kebijakan RSPPU sangat sepihak dan menghapus peran universitas sebagai lembaga akademik yang sah. Ini jelas melanggar prinsip tridarma perguruan tinggi dan otonomi ilmiah,” tegasnya.

BACA JUGA  UPN Veteran Yogyakarta Punya Empat Guru Besar Baru

Pelanggaran etik

Sementara itu Prof. Yoni Fuadah mengingatkan, pendidikan profesi medis bukan urusan administratif kementerian teknis. Jika rumah sakit vertikal dijadikan pusat pendidikan tanpa integrasi akademik, maka kontrol mutu lulusan serta tanggung jawab publik akan hilang.

Ia menilai pelanggaran etik dan hukum di institusi pelayanan tidak pernah ditangani secara sistemik, tetapi justru digunakan untuk mendiskreditkan kampus dan organisasi profesi.

“Tidak hanya soal kebijakan, para guru besar FK Unpad juga menyoroti gaya komunikasi Menkes yang dinilai tidak mencerminkan etika pejabat negara. Pernyataan yang tendensius dan menyudutkan profesi memperburuk kepercayaan publik terhadap dokter dan lembaga Pendidikan,” ucap Yoni.

Bentuk Pansus

Menurut Yoni, dalam negara demokratis, komunikasi menteri seharusnya mencerminkan akal sehat negara, bukan alat framing kekuasaan. Dalam pernyataan bersama, para guru besar FK Unpad menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera mengevaluasi dan mempertimbangkan kepemimpinan di Kementerian Kesehatan.

BACA JUGA  Menkes Siap Bawa Kasus Perundungan di Undip ke Ranah Hukum

“Kami juga mendesak DPR RI untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Reformasi Kesehatan Nasional, guna menyelidiki dampak kebijakan Menkes terhadap sistem pendidikan dokter, tata kelola RS vertikal dan relasi lintas Kementerian,” lanjutnya.

Kolaborasi etis

Dalam penutup maklumatnya, sivitas akademika FK Unpad dengan tegas menolak segala bentuk penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang
dilakukan di luar sistem akademik yang sah.

“Pendidikan dokter bukan sekadar produksi tenaga kerja, melainkan pengabdian berbasis nilai. Sudah saatnya dibangun kembali kolaborasi etis antara negara, universitas, rumah sakit, dan profesi demi keselamatan pasien dan keadilan kesehatan di masa depan. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Meksiko Mantap Melangkah ke Babak 16 Besar

MEKSIKO memastikan diri  ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Ekuador dengan skor 2-0 pada pertandingan babak 32 besar di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu WIB. Gol…

Prancis Benamkan Swedia, Norwegia Redam Pantai Gading

PRANCIS sekali lagi menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026. Les Bleus  tanpa ampun menggasak  Swedia 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Metlife,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkot Bandung Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Berbasis Kewilayahan 

  • July 1, 2026
Pemkot Bandung Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Berbasis Kewilayahan 

KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Reefer Berbasis KA Lebih dari 30%

  • July 1, 2026
KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Reefer Berbasis KA Lebih dari 30%

Perluas Kesempatan Kerja, Disnaker Bandung Siapkan Tiga Strategi Baru

  • July 1, 2026
Perluas Kesempatan Kerja, Disnaker Bandung Siapkan Tiga Strategi Baru

Meksiko Mantap Melangkah ke Babak 16 Besar

  • July 1, 2026
Meksiko Mantap Melangkah ke Babak  16 Besar

Prancis Benamkan Swedia, Norwegia Redam Pantai Gading

  • July 1, 2026
Prancis Benamkan Swedia, Norwegia Redam Pantai Gading

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko